Pelatih Kiper Persib Luizinho Passos Kena Imbas Regulasi AFC, Statusnya Jadi Analis Video
Pelatih Kiper Persib Bandung Luizinho Passos terpaksa berubah status menjadi video technical analysis gegara perubahan regulasi AFC.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pelatih kiper Persib Bandung, Luizinho Passos menjadi salah satu korban dari perubahan regulasi ditetapkan AFC di Liga 1 2021-2022. Pasalnya lisensi kepelatihan yang dimiliki masuk dalam golongan level 2.
Sementara regulasi baru yang ditetapkan AFC, bahwa setiap pelatih kiper yang berlaga di Liga 1 2021-2022 harus mengantongi lisensi kepelatihan minimal golongan level 1.
Alhasil, saat melawan Barito Putera, Sabtu (4/9/2021) lalu, Passos harus berganti jabatan menjadi video technical analysis agar bisa mengawal timnya bertanding di bench.
Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono cukup menyayangkan dengan perubahan regulasi tersebut. Pasalnya, perubahan itu terjadi sesaat sebelum Liga 1 2021-2022 digulirkan.
"Passos itu sudah di Indonesia 5 tahun. Selama ini secara sertifikat kepelatihan selalu di approve dan tidak jadi masalah. Sekarang ada regulasi baru dari AFC yang menyatakan bahwa pelatih kiper harus level 1 dan diberi waktu mepet banget," sesal Teddy.
Baca Juga: Hari Ini Persib Luncurkan Jersey Tandang, Ternyata Bertepatan dengan Momen Spesial
Menurutnya, seharusnya perubahan itu terjadi di musim 2020 lalu. Terlebih saat itu, Indonesia belum bisa menggelar kompetisi karena pandemi Covid-19.
"Sekarang bagaimana klub-klub di Indonesia yang sudah mengontrak pelatih tiba-tiba harus level 1. Dan kurang dari dua hari harus ganti pelatih. Kenapa gak tahun lalu untuk pelatih diberikan waktu untuk memenuhi kriteria. Ada background atau latar belakang yang harus diketahui, tidak ujung-ujung seperti itu," katanya.
Pria berkacamata ini juga menyoroti sikap AFC yang tidak membuka pelatihan bagi pelatih kiper sebelum perubahan regulasi itu diberlakukan di musim 2021 ini.
"Sekarang sertifikasi itu harus diberikan instruktur dari AFC. Nah sekarang selama pandemi, AFC tidak menggelar kursus. Gimana peserta dapat sertifikasi kalau kursus tidak ada," tuturnya.
Baca Juga: Geoffrey Castillion dan Supardi Pulih, Persib Berkekuatan Penuh Menghadapi Persita
Karena itu, Teddy memberikan solusi untuk sementara waktu agar Passos berganti jabatan menjadi video technical analysis saat timnya menjalani pertandingan. Sebab kehadirannya di lapangan, dibutuhkan Persib Bandung.
"Pelatih kiper masih ada Gatot Prasetyo, tapi hanya namanya aja karena pak Gatot memenuhi kriteria level 1," pungkasnya.
Perubahan regulasi ini ternyata tidak hanya dialami Persib, namun juga tim lainnya yang berlaga di Liga 1 2021-2022. Seperti halnya pelatih kiper Persipura Jayapura, Fison Merauje yang diplot sebagai kitman. Lalu pelatih kiper Arema FC, Felipe Americo serta pelatih kiper Bali United, Marcelo Da Silva Pires yang harus berganti jabatan sebagai penerjemah lantaran terganjal lisensi.(Muhammad Ginanjar)
Editor : inilahkoran


