Ini Catatan sang Legendaris Sutiono Lamso untuk Persib

Striker legendaris Persib Bandung, Sutiono Lamso turut angkat bicara mengenai performa tim kebanggaanya yang berkiprah di Liga 1.

Ini Catatan sang Legendaris Sutiono Lamso untuk Persib
Striker legendaris Persib Bandung, Sutiono Lamso.

INILAHKORAN, Bandung - Striker legendaris Persib Bandung, Sutiono Lamso turut angkat bicara mengenai performa tim kebanggaannya yang berkiprah di Liga 1 2021-2022.

Pemain kelahiran Banyumas ini menunjukkan kekhawatiran dengan kondisi yang dialami tim asuhan Robert Rene Alberts tersebut. Terbukti, empat kali hasil imbang didapatkan secara beruntun.

"Sebetulnya kalau kita lihat, mainnya bagus, selalu mendominasi, cuma memang yang dibutuhkan oleh Bobotoh, oleh semua penggemar pasti kemenangan. Faktor itu yang membuat jadi bahan kritikan," ungkap Sutiono kepada INILAH KORAN, Minggu, 3 Oktober 2021.

Baca Juga: Persib vs PSM! Inilah Jadwal Siaran Langsug BRI Liga 1 di Indosiar 2-3 Oktober 2021

Sebagai seorang striker, Sutiono tahu betul dengan permasalahan yang dialami Persib dalam mengarungi Liga 1 2021-2022. Yakni para striker Persib kesulitan mencetak gol.

"Pengalaman saya, biasanya kalau laga pertama, kedua, ketiga kita sulit cetak gol, kita akan kesulitan terus. Gol itu ada faktor lucky juga disamping kita punya kualitas bikin gol," katanya.

Semisal, kata dia, ketika kualitas pemain itu sudah diketahui lawannya, maka faktor lucky menjadi andalan. Ini yang menjadi permasalahan di lini depan Persib, terutama dirasakan para strikernya seperti Wander Luiz atau Geoffrey Castillion.

Baca Juga: Persib Skuat Mewah Taktik Rendah, Gaji Tinggi Miskin Strategi

"Semestinya ada bantuan dari pemain kedua untuk bisa mencetak gol. Sehingga ketika sudah sering menang, maka percaya diri akan muncul lagi," tuturnya.

Terbukti, lanjutnya di musim 2020 lalu, kedua striker yakni Wander Luiz dan Geoffrey Castillion menjadi pemain subur karena berhasil mencetak gol sejak laga pertama.

"Ini juga berlaku untuk striker lainnya. Pedenya muncul setelah berhasil mencetak gol. Dan ini tantangan untuk striker, memang permasalahannya harus bisa bikin gol," tambahnya.

Baca Juga: Persib Dihujat Usai 4 Hasil Imbang, Robert Alberts Sudah Punya Rencana...

Pemain terbaik era Perserikatan pada musim 1994-1995 ini tidak sepakat kesulitan Persib dalam mencetak gol terjadi karena sudah cukup lama tidak berkompetisi. Menurutnya, itu bukan jadi alasan utama.

"Ezechiel bagaimana. Dia main di Bhayangkara gimana sekarang. Kalau memang Eze dan striker lain tidak bisa cetak gol, maka benar butuh adaptasi panjang untuk menjalani kompetisi. Maka gimana caranya, striker harus bisa bikin gol," tegasnya.

Namun selebihnya, lanjutnya, secara permainan Persib tidak bisa dikatakan berkembang. Terbukti, setelah meraih dua kemenangan di laga awal, Persib hanya bermain imbang di laga selanjutnya hingga laga keenam.

"Jadi seolah tidak berkembang. Dalam artian, tidak bisa menang karena sulit cetak gol. Siapapun harus bisa bikin gol. Intinya kalau menang aman lah. Artinya pemain depan kurang imbang," katanya.

Sutiono pun memberikan saran agar para pemain Persib ditingkatkan lagi motivasinya. Sebab, bukan tidak mungkin akan ada kejutan dari tim-tim lain yang bisa membuat Persib kesulitan dalam meraih kemenangan.

"Tingkatkan saja motivasi pemain karena semua tim juga akan seperti itu terutama tim-tim yang merasa di bawah akan memiliki motivasi dua kali lipat dalam menghadapi tim atas. Jadi harus mempersiapkan juga, daya juang juga harus tinggi, harus punya mental juara, pengin memenangkan pertandingan, itu yang harus dipunyai," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar).***


Editor : inilahkoran