Meninggal Malam Jumat Dijamin Aman dari Siksa Kubur? Begini Penjelasan Hadis Nabi
Meninggal pada Malam Jumat diyakini akan selamat dari Siksa Kubur berdasarkan salah satu hadis dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Kita sebagai umat muslim sudah mengetahui ada satu hadis yang menerangkan bahwa meninggal pada Malam Jumat akan selamat dari Siksa Kubur. Berikut penjelasannya.
Meninggal Malam Jumat aman dari Siksa Kubur terdapat dalam hadis berikut ini:
Dari Abdullah bin Amr bin Ash Radhiyallahu ‘anhuma, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
"Setiap muslim yang meninggal di hari jumat atau Malam Jumat, maka Allah akan memberikan perlindungan baginya dari fitnah (Siksa Kubur). (HR. Ahmad 6739, Turmudzi 1074 dan dihasankan al-Albani).
Baca Juga: Doa Berhubungan Intim Sahih dari Nabi, Bakal Lahir Anak Salih dan Kebal Godaan Setan
Ustaz Ammi Nur Baits dalam artikelnya di konsultasisyariah.com menjelaskan makna hadis di atas yang menyebut meninggal Malam Jumat aman dari Siksa Kubur:
Makna: ‘Allah akan memberikan perlindungan baginya dari fitnah kubur’ dijelaskan al-Mubarokfury dalam Syarh Sunan Turmudzi,
Artinya, Allah jaga dia dari fitnah kubur, yaitu pertanyaan dan adzab kubur. Dan hadis ini bisa dimaknai mutlak (tanpa batas) atau terbatas. Namun makna pertama (mutlak) lebih tepat, mengingat karunia Allah yang sangat luas. (Tuhfatul Ahwadzi, Syarh Sunan Turmudzi, 4/160).
Baca Juga: Di Balik Kematian Vanessa Angel, Ingatlah Malaikat Maut Menatap Wajah Kita Setiap Hari...
Cara Agar Bisa Meninggal Hari Jumat
Menurut Ustaz Ammi Nur Baits, semua aktivitas kita diliputi ruang dan waktu. Dan dari dua ini, manakah yang lebih memungkinkan direncanakan?
Kita sepakat, ruang (tempat) lebih memungkinkan. Karena lebih permanen. Berbeda dengan waktu yang terus berjalan secara dinamis.
Kita tarik untuk kasus kematian…
Ada orang merencanakan,
Saya ingin mati di usia 63 tahun
Saya ingin mati di jogja
Baca Juga: Nahas Vanessa Angel Meninggal Akibat Kecelakaan, Ini Doa Agar Terhindar dari Kematian Mengerikan
Dari kedua pernyataan ini, mana yang lebih memungkinkan untuk direncanakan?
Jawabannya, yang kedua. Ketika ada orang yang bertekad ingin mati di jogja, dia bisa berusaha untuk selalu menetap di jogja apapun kondisinya. Meskipun bisa jadi, Allah menghendakinya meninggal di kota lain. Dengan Allah ciptakan sebab yang menggiring orang ini untuk meniggal di kota lain.
Dalam al-Quran, Allah menegaskan bahwa manusia tidak ada yang tahu DI MANA dia akan meninggal. Allah tidak berfirman, manusia tidak ada yang tahu KAPAN dia akan meninggal.
Allah berfirman,
ÙÙÙ ÙØ§ ØªÙØ¯ÙرÙÙ ÙÙÙÙØ³Ù Ø¨ÙØ£ÙÙÙÙ Ø£ÙØ±Ùض٠تÙÙ ÙÙØªÙ
Tidak ada satupun jiwa yang mengetahui di belahan bumi mana dia akan meninggal. (QS. Luqman: 34).
Artinya, jika tempat saja manusia tidak tahu, apalagi waktu. Sementara merencanakan tempat meninggal, itu lebih memungkinkan dari merencanakan waktu meninggal.
Karena itu, untuk bisa meninggal hari jumat atau Malam Jumat, manusia sama sekali tidak memiliki peran di atas.
Baca Juga: Kematian Dimana-mana, Ini Nasihat Penting dari Imam Bukhari untuk Kita
Semua itu murni kehendak Allah. Allah pilih siapa diantara hamba-Nya yang berhak mendapatkan keutamaan itu. Sementara manusia hanya bisa berdoa dan berharap. Allahu 'alam.***
Editor : inilahkoran


