Madura United Dibungkam Persib, David Laly Akui Keunggulan sang Mantan

David Laly mengakui keunggulan mantan timnya Persib saat menang 1-0 kontra Madura United di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Madura United Dibungkam Persib, David Laly Akui Keunggulan sang Mantan
Winger Madura United David Laly mengakui keunggulan Persib dalam laga di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu 4 Desember 2021.

INILAHKORAN, Bandung- Madura United takluk 0-1 menghadapi Persib Bandung, Sabtu 4 Desember 2021. David Laly mengakui keunggulan mantan timnya itu.

Persib menang 1-0 berkat gol cepat Frets Butuan dalam duel BRI Liga 1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman itu. David Laly menyebut timnya lambat panas.

"Kalau menurut saya, babak pertama kita sedikit lambat padahal persiapan kita berjalan baik, cuma respon kita lambat," kata David Laly usai pertandingan.

Baca Juga: Usai Madura United Dibungkam Persib, Fabio Lefundes Curhat Begini...

Winger yang pernah membela Persib pada musim 2016, itu sempat lega di babak kedua permainan Madura United berubah.

Namun, beberapa upaya para penggawa Madura United tidak membuahkan gol sehingga harus menyerah dari Persib dengan skor 0-1.

"Kita fokus pada pertandingan berikutnya. Hari ini kita belajar untuk bisa lihat kekurangan kita. Kita siap untuk lebih bangkit lagi di lawan Bali United dan Borneo FC dan bermain lebih baik lagi," katanya.

Baca Juga: Persib Taklukkan Madura United, Achmad Jufriyanto: Kami Berhak Menang!

David berharap timnya bisa memanfaatkan dengan baik dua pertandingan sisa putaran pertama Liga 1 2021-2022. Setidaknya bisa meraih kemenangan.

"Sebenarnya tim punya target di putaran pertama untuk bisa finis di papan tengah. Itu juga target pribadi," lanjut David Laly.

Kekalahan dari Persib membuat Madura United tertahan di posisi ke-12 klasemen sementara BRI Liga 1.

Madura United mengoleksi 17 poin dari 15 pertandingan. Mereka hanya terpaut lima poin dari Barito Putera di zona degradasi.

Baca Juga: Khofifah Turun Ke Lapangan Temui Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

"Kita lihat yang paling dekat hadapi Bali dan Borneo, kita harus punya cerita lain, paling tidak dua kali menang harga mati agar kita bersaing di papan tengah," pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)


Editor : inilahkoran