Pembangunan Jalan Lingkar Kota Baru Parahyangan - Cipatat Resmi Dimulai, 3 Km Lahan Masih Belum Dibebaskan
Pembangunan Jalan Lingkar Kota Baru Parahyangan - Cipatat bakal dilakukan sepanjang 7,4 kilometer dengan menghabiskan dana sebesar Rp 100 M
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Pembangunan Jalan Lingkar Kota Baru Parahyangan - Cipatat bakal dilakukan sepanjang 7,4 kilometer dengan menghabiskan dana sebesar Rp 100 miliar.
Kendati demikian, ternyata sejumlah lahan yang akan dibangun Jalan Lingkar Kotabaru Parahyangan - Cipatat, Kabupaten Bandung Barat belum sepenuhnya siap digunakan.
Pasalnya, sekitar 2-3 kilometer lahan masih dalam proses pembebasan yang dilakukan oleh PT Belaputera Intiland di wilayah Kecamatan Cipatat.
Baca Juga: Legislator Jabar Ini Pastikan Pansus BUMD Tetap Dibentuk Guna Selamatkan Aset Daerah
Diberitakan sebelumnya, jalan baru ini akan memiliki panjang 7,4 kilometer yang melintasi dua kecamatan dan lima desa di wilayah KBB.
Adapun dua Kecamatan tersebut yakni, Kecamatan Cipatat dan Saguling yang meliputi Desa Cikande, Bojonghaleuang, Gunung Masigit, Citatah, dan Desa Cipatat. Pembangunan jalan baru ini resmi dimulai pada, Selasa 22 Februari 2022, dengan target rampung 1,5 tahun.
General Manager PT Belaputera Intiland Ryan Brasali mengatakan, pembebasan lahan sudah 80 persen. Artinya, sisa 20 persen lahan yang masih dalam proses pembebasan.
Baca Juga: Bima Arya Nilai Sistem Keamanan BisKita Sudah Baik
"Masih negosiasi dengan pemilik tanah, mungkin sekitar 2-3 kilometer lahan (dalam proses pembebasan) yang berada di Cipatat. Tapi semuanya sudah mau, tidak ada kendala yang terlalu berat," katanya.
Ia menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan dana sebesar Rp100 miliar untuk pembangunan jalan sepanjang 7,4 kilometer dan lebar 10 meter.
Ia menyebut, anggaran tersebut sudah termasuk untuk pembebasan lahan serta pembangunan jalan.
Baca Juga: Spoiler Ikatan Cinta Rabu 23 Februari 2022: Al Gelar Tasyakuran, Kejadian Tak Disangka Akan Terjadi Saat Itu?
"Rp100 miliar ini ada biaya pembebasan lahan, biaya konstruksi jalan dan ada juga biaya desain jalan, dengan target pengerjaan 18 bulan (1,5 tahun)," sebutnya.
Ia pun menambahkan, pembangunan Jalan Lingkar Kota Baru Parahyangan - Cipatat ini diharapkan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat lokal.
"Kami tetap akan membangun perumahan di jalur tersebut.
Baca Juga: Pembangunan Jalan Wilayah Selatan KBB Kembali Dilanjutkan, Segini Besaran Anggaran yang Digelontorkan
Kendati begitu, sambung dia, ada sebagian tanah milikPT Belaputera Intiland, yakni sekitar 3 kilometer.
"Tapi kita tetap bangun perumahan dan itu masih klaster rumah, tapi ada juga yang hanya dikhususkan pembebasannya khusus buat jalan," tandasnya. *** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran


