Proyek Jalan Bomang Dilanjutkan, Rudy Susmanto Ingatkan Jangan Ada Tiang Listrik di Tengah Jalan
Proyek Jalan Raya Bomang akan kembali dilanjutkan pada tahun anggaran 2022. Ini pesan penting dari Rudy Susmanto.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Tajurhalang- Proyek pembangunan Jalan Raya Bojonggede-Kemang (Bomang) kembali dilanjutkan pada tahun anggaran 2022 oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Bogor.
Jelang proyek pembangunan Jalan Bomang, itu Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto engingatkan pentingnya perencanaan dan kordinasi dengan instansi terkait.
Hal itu karena, tak ingin proyek Jalan Bomang dengan total nilai Rp 135 miliar tersebut dikerjakan secara asal-asalan hingga masih ada tiang listrik di tengah Jalan Raya Bomang seperti di tahun anggaran 2020 lalu.
Baca Juga: Amalan Ramadhan, Peringati Nuzulul Quran dengan Khatam Quran, Ustadzah Oki Setiana Dewi: Ini Caranya
"Menurut kabar, Proyek pembangunan Jalan Raya Bomang akan dilanjutkan di tahun ini. Saya ingatkan agar perencanaan hingga pelaksanaan dilakukan secara matang dan tepat konstruksi. Saya juga minta, segera kordinasi dengan PLN untuk pemindahan tiang dan jangan ada lagi tiang listrik di tengah jalan tersebut karena membahayakan pengendara kendaraan," tegas Rudy Susmanto kepada wartawan Minggu 17 April 2022.
Rudy Susmanto menambahkan perlunya proyek pengadaan lampubpenerangan jalan umum (PJU) di Jalan Raya Bomang, ia pun berharap Dinas Perhubungan (Dishub) segeea merealisasikannya.
"Untuk menghindari kecelakaan lalu lintas dan tindak pidana kejahatan di Jalan Raya Bomang, kami minta Dishub mengadakan lampu PJU," tambah Rudy Susmanto.
Kabar dilanjutkannya pembangunan Jalan Raya Bomang oleh DPU-PR di tahun anggaran 2022 dibenarkan oleh Kepala Bagian Pengadaan Barang Jasa Kabupaten Bogor Adriawan.
Baca Juga: Lindungi Perempuan dan Anak, Sonya Fatmala Segera Luncurkan Program Geprak
Ia menerangkan bahwa proyek yang masih dalam tahap lelang tersebut terbagi ke dalam 3 pekerjaan yaitu Pembangunan jalur lambat Jalan Raya Bomang, pembangunan jembatan jalur lambat di Situ Nanggerang ke arah Kemang dari Bojonggede dan pembangunan jembatan jalur lambat di Situ Nanggerang ke arah Bojonggede dari Kemang.
"Proyek pembangunan jalur lambat Jalan Raya Bomang, pembangunan jembatan jalur lambat di Situ Nanggerang ke arah Kemang dari Bojonggede dan pembangunan jembatan jalur lambat di Situ Nanggerang ke arah Bojonggede dari Kemang tersebut masing-masing nilai anggarannya Rp 45 miliar, hingga total nilai proyek Rp 135 miliar," terang Adriawan.
Adriawan menjelaskan bahwa dengan tuntasnya proyek pembangunan jalur lambat Jalan Raya Bomang, beserta jembatannya tersebut. Diharapkan pada awal Tahun 2023 mendatang, jalur yang menghubungkan pusat ibu kota Cibinong dengan Kecamatan Parung tersebut bisa segera digunakan.
Baca Juga: Dukung Desa Digital, XL Axiata Donasikan Laptop ke Ponpes di Jawa Tengah
"Harapannya, selain mempercepat waktu tempuh Cibinong-Parung, Jalan Raya Bomang juga bisa mengurai kemacetan lalu lintas di Jalan Raya KH. Sholeh Iskandar Kota Bogor," jelas Adriawan.***(Reza Zurifwan)
Editor : inilahkoran


