Pertamina Amankan Stok BBM

Seiring peningkatan kebutuhan, menjelang Ramadan-Lebaran tahun ini Pertamina siap mengamankan suplai bahan bakar minyak (BBM). Setidaknya, jumlah pasokan itu ditambah 10%.

Pertamina Amankan Stok BBM
INILAH, Bandung - Seiring peningkatan kebutuhan, menjelang Ramadan-Lebaran tahun ini Pertamina siap mengamankan suplai bahan bakar minyak (BBM). Setidaknya, jumlah pasokan itu ditambah 10%.
 
Senior Sales Executive Retail XI Bandung Pertamina Aris Irmi mengatakan, tambahan pasokan di Bandung biasanya terjadi di jalur mudik dan wisata. Seperti Nagreg, Ciwidey, dan Lembang yang trafiknya semakin tinggi.
 
“Tiap tahun, pasokan BBM itu selalu meningkat. BBM jenis gasoline akan naik sekitar 10% dari pasokan normal. Solar, justru menurun,” kata Aris usai pelepasan rombongan Enduro Touring Go Out Adventure di SPBU Coco Dago, Kota Bandung, Senin (1/4/2019).
 
Selain itu, dia menuturkan penambahan pasokan itu pun disiapkan di jalur tol. Tak hanya di sisi utara, Pertamina pun memperhatikan jalur selatan. Khusus di ruas jalan tol baru yang belum memiliki SPBU, pihaknya menyiapkan BBM pertamax kemasan kaleng ukuran 20 liter yang disipakan di sejumlah spot potensial.
 
Dia menyebutkan, wilayah Jawa Bagian Barat (JBB) merupakan pusat mudik di Tanah Air. Pasalnya, kawasan ini merupakan penghubung pemudik dari Sumatera yang ingin melanjutkan perjalanan hingga Jawa Timur. Begitu pun sebaliknya.
 
“Untuk kesiap-siagaan Ramadan-Lebaran itu kita lakukan sebulan sebelum hari H. Saat ini, kita membuat Satgas Pilpres yang bertugas mengamankan komoditas BBM dan elpiji. Karena komoditas energy itu mempengaruhi ekonomi signifikan terhadap inflasi,” ucapnya seraya menyebutkan menjelang Pemilu 2019 itu pasokannya relatif tersedia dan jalur distribusi aman hingga ke tangan konsomen.
 
Sementara itu, PT Pertamina Lubricants melepas rombongan motoris Enduro Touring Go Out Adventure di SPBU Coco Dago, Kota Bandung, Senin (1/4) pagi.
 
Brand and Communication Manager Pertamina Lubricants Syafaat Jajuli mengatakan, kegiatan itu merupakan bagian dari rangkaian touring adventure dari Sabang-Gresik 5.000 km. Sejumlah pengendara motor mengawali touring dari kawasan wisata Tugu Nol Km Sabang, Aceh pada Sabtu (9/3/2019) lalu.
 
“Touring ini untuk menguji kualitas pelumas Enduro. Ini juga sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk terus dekat dengan komunitas otomotif di Tanah Air,” kata Syafaat saat seremoni pelepasan.
 
Dia menyebutkaan, kegiatan touring itu nantinya menggambarkan kualitas pelumas yang digunakan. Sejak dari Sabang, peserta pertama kali mengganti oli di Padang.
 
“Setelah menempuh jarak 2.300an km, ketujuh peserta itu baru ganti oli pertama di Padang. Kemungkinan, nanti mereka akan mengganti oli kedua di Yogyakarta,” ucapnya.
 
Menurutnya, selain membekali motoris dengan pelumas Enduro pihaknya pun memberikan pertamax sebagai bahan bakar. Pemilihan bahan bakar itu menyesuaikan dengan kebutuhan dan teknologi masing-masing kendaraan sehingga mendukung performa kendaraan selama melakukan touring sejauh 5.000 km ini. 
 
Bahan bakar pertamax untuk kendaraan bensin RON 92 dengan teknologi detergency, demulsifier, dan corrosion inhibitor itu mampu meningkatkan daya jelajah kendaraan dan merawat kendaraan walaupun digunakan pada perjalanan panjang. 
 
“Tidak hanya bahan bakar, peserta juga dimudahkan dengan hadirnya produk elpiji dalam kemasan kaleng Bright Gas Can 220 gram yang sangat cocok digunakan untuk kegiatan memasak dengan kompor portable di alam terbuka,” jelasnya.
 
Lebih jauh, dia menjelaskan penetrasi untuk pasar pelumas Pertamina di Jabar diperkirakan mencapai 50%. Diakuinya, kontributor terbesar bagi pasar pelumas Pertamina  itu yakni Jabar dan Jakarta dengan presentase mencapai 50%.
 
Dia menambahkan, tingginya tingkat konsumsi itu karena Jabar memiliki sejumlah pabrik dan industri yang relatif banyak. Seperti diketahui, industri di Tanah Air ini sebagian besar berkumpul di wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek). Pertamina diakuinya bukan hanya melayani ritel pelumas namun menyokong juga kebutuhan industri. 


Editor : inilahkoran