Peru vs Brasil, Beban dan Asa Samba
Keraguan para suporter ternyata benar-benar membebani Brasil dalam misi mereka merajai Copa America tahun ini. Absennya Neymar, juga jadi problem lainnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Sao Paulo- Keraguan para suporter ternyata benar-benar membebani Brasil dalam misi mereka merajai Copa America tahun ini. Absennya Neymar, juga jadi problem lainnya.
Brasil terus mendapat tekanan para suporter setelah melakoni dua laga awal di ajang Copa America. Mereka memang berhasil menang melawan Bolivia, tapi malah diimbangi Venezuela tanpa gol, Rabu (19/6) lalu.
Kini, Brasil harus bertarung hingga laga ketiga untuk menentukan satu tiket ke perempatfinal. Brasil akan meladeni Peru di Arena Corinthians, Sao Paulo, Minggu (23/6) dini hari WIB.
Pelatih Brasil, Tite benar-benar harus memeras otak. Lini depan timnya gagal tampil garang ketika diimbangi Venezuela. Jadilah, nama-nama Neymar ikut terseret di balik performa melempem Tim Samba.
Ya, Neymar memang harus absen membela Brasil lantaran dibekap cedera. "Kami bisa bermain lebih baik, tak peduli apa status Neymar," kata Tite seperti dilansir ESPN.
Tite memang masih yakin, para pemain yang ada di skuatnya saat ini bisa tampil lebih oke. Apalagi, mereka dianggap mampu tampil bersinar di level klub.
Brasil punya gelandang Chelsea, Willian. Selain itu, tanpa Neymar, Brasil masih bisa bertumpu kepada Philippe Coutinho, striker Liverpool, Roberto Firmino dan juru gedor Manchester City, Gabriel Jesus.
Kontribusi ketiganya akan mendapat ujian terakhir ketika meladeni Peru. "Saya masih sangat yakin kami bisa lebih baik dari apa yang sudah kami tampilkan sebelumnya," tegas Tite.
Tite meminta para pemainnya fokus menampilkan performa terbaik. Dia enggan, skuatnya terintimidasi ancaman cemoohan dari para fans seperti yang terjadi dalam dua laga sebelumnya.
Pelatih berusia 58 tahun ini merasa, timnya memang tampil kurang kreatif. "Kami tidak kreatif seperti yang kami inginkan. Ketika kami tidak emncetak gol, kami gugup," kata Tite.
"Anda seperti terburu-buru melepas umpan. Kami harus punya penyelesaian akhir yang lebih baik," pungkasnya.
Sementara itu, Pelatih Peru Ricardo Gareca tentu tak ingin timnya kehilangan momentum untuk lolos sebagai juara grup. Dia ingin Peru mengalahkan sang tuan rumah.
Ya, Peru menempel Brasil di puncak klasemen dengan koleksi poin yang sama, 4 poin. Mereka hanya kalah selisih gol.
"Kami sudah memulainya dengan baik. Kami ingin menuntaskannya. Kami akan sekuat tenaga memenangi laga melawan tim yang diunggulkan juara. Ini sulit, tapi tak ada yang mustahil dalam sepak bola," lugasnya. (bsf)
HEAD TO HEAD
16/11/16: Peru 0-2 Brasil
13/06/16: Brasil 0-1 Peru
18/11/16: Brasil 3-0 Peru
15/06/15: Brasil 2-1 Peru
02/04/09: Brasil 3-0 Peru
LIMA LAGA TERAKHIR PERU
19/06/19: Bolivia 1-3 Peru
16/06/19: Venezuela 0-0 Peru
10/06/19: Peru 0-3 Kolombia
06/06/19: Peru 1-0 Kosta Rika
27/03/19: Peru 0-2 El Salvador
LIMA LAGA TERAKHIR BRASIL
19/06/19: Brasil 0-0 Venezuela
15/06/19: Brasil 3-0 Bolivia
10/06/19: Brasil 7-0 Honduras
06/06/19: Brasil 2-0 Qatar
27/03/19: Rep Ceko 1-3 Brasil
PRAKIRAAN PEMAIN
Peru (4-2-3-1)
Gallese (GK) Trauco, Abram, Zambrano, Advincula (B) Tapia, Yotun (cdm) Cueva, Farfan, Polo (T) Guerrero (D)
Pelatih: Ricardo Gareca
Brasil (4-2-3-1)
Alisson (GK) Alves, Marquinhos, Silva, Luis (B) Casemiro, Arthur (cdm) Richarlison, Coutinho, Everton (T) Firmino (D)
Pelatih: Tite
Editor : Bsafaat

