Pesan Dirut KAI, Naik Kereta Nggak Perlu Berpakaian Mewah

Masa libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 sudah datang. Masyarakat yang hendak memanfaatkan moda transportasi kereta api (KA) dipesan tak perlu mengenakan pakaian mewah.

Pesan Dirut KAI, Naik Kereta Nggak Perlu Berpakaian Mewah
INILAH, Cirebon- Masa libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 sudah datang. Masyarakat yang hendak memanfaatkan moda transportasi kereta api (KA) dipesan tak perlu mengenakan pakaian mewah.
 
Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro mengingatkan calon penumpang untuk berpakaian tak mencolok. Soal pakaian ini menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan Edi saat inspeksi ke Stasiun Kejaksan, Kota Cirebon, Jumat (21/12).
 
"Ini penting sekali, penumpang nggak usah berpakaian mewah-mewah, biasa saja," katanya.
 
Berpenampilan tak mencolok dimungkinkan berkaitan dengan keselamatan penumpang sendiri. Mengenakan pakaian mewah bisa saja mengundang aksi kejahatan bagi diri penumpang bersangkutan.
 
Selain tak mengenakan pakaian mewah, Edi juga meminta calon penumpang tak terlalu dini datang ke stasiun. Mendatangi stasiun dengan interval waktu keberangkatan yang cukup panjang, berpotensi menyebabkan stasiun penuh.
 
Calon penumpang juga dipesannya tak membawa terlalu banyak barang. Berat maksimal barang bawaan dibatasi 20 kilogram.
 
"Bawa barang secukupnya saja. Kalau lebih dari 20 kg, barang penumpang lain bisa tergeser, kan kasihan," cetusnya.
 
Di luar penumpang, Edi juga mengingatkan angkutan darat lain untuk berhati-hati saat melewati perlintasan KA. Meningkatnya perjalanan KA pada masa libur natal dan tahun baru, membuat perlintasan KA sebidang penuh.
 
"KA baru bisa menghentikan perjalanan dengan kecepatan tertentu, dengan emergency break 500 meter. Kalau dipaksa berhenti, bisa terguling," bebernya.
 
Dalam kesempatan itu, Edi meyakini, peminat KA masih tinggi mengingat pada operasi angkutan natal dan tahun baru, kebutuhan atas KA melebihi yang disediakan pihaknya. Karena itu, dia menyebut, dibukanya tol Trans Jawa tak mempengaruhi intensitas perjalanan KA.
 
Pada masa libur natal dan tahun baru ini, PT KAI telah menetapkan masa angkutan sejak 20 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019. Pihaknya memprediksi terjadi kenaikan penumpang tahun ini sekitar 4% dari 5,1 juta penumpang menjadi 5,3 juta penumpang yang mengacu pada jumlah tempat duduk yang disediakan.
 
Jumat ini sendiri diprediksi Edi sebagai puncak arus mudik libur natal dan tahun baru. Kenaikan volume penumpang KA telah terlihat sejak Kamis (20/12).
 
Sejauh ini, penjualan tiket keberangkatan dan pulang total sudah sekitar 73%. Namun, jumlah itu dipastikannya terus dinamis.
 
"Keberangkatan dari Pasar Senen (Jakarta) sekarang sudah ramai, dari normal 15-16 ribu penumpang menjadi lebih dari 24 ribu penumpang," katanya.
 
Terpisah, volume kendaraan yang melintasi tol Kanci-Pejagan pada puncak libur natal dan tahun baru ini mencapai sekitar 60 ribu unit kendaraan/hari. Puncak libur di tol Kanci-Pejagan diprediksi terjadi pada 21-22 Desember 2018.
 
"Peningkatan volume kendaraan diprediksi pada jumat besok dan sabtu pekan ini," kata Kepala Cabang PT Semesta Marga Raya, Erwan Ari Pamungkas.
 

Meski begitu, lonjakan volume kendaraan itu tak terlalu signifikan. Lonjakan tersebut disebabkan dibukanya tol Trans Jawa. Dia menyebutkan, di musim libur sama pada tahun lalu, volume kendaraan yang melintasi Tol Kanci-Pejagan mencapai 35 ribu unit.


Editor : inilahkoran