Piala Presiden 2025 Siap Digelar, Hadiah Rp5 Miliar dan 2 Tim Asing Ikut Meramaikan
Ketua Steering Committee Piala Presiden 2025, Maruarar Sirait, memastikan turnamen pramusim bergengsi ini akan digelar pada awal Juli mendatang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Ketua Steering Committee Piala Presiden 2025, Maruarar Sirait, memastikan turnamen pramusim bergengsi ini akan digelar pada awal Juli mendatang.
Dalam pernyataannya kepada wartawan di Kantor Emtek, Jakarta, Maruarar menyampaikan bahwa turnamen tahun ini akan diikuti oleh enam tim, terdiri dari empat tim asal Indonesia dan dua tim luar negeri.
Turnamen edisi ketujuh ini menjanjikan total hadiah yang cukup fantastis. Tim juara pertama akan mengantongi hadiah sebesar Rp5 miliar, sementara peringkat kedua, ketiga, dan keempat masing-masing akan mendapatkan Rp3 miliar, Rp2 miliar, dan Rp1 miliar.
"Hadiahnya juara satu Rp5 miliar, juara dua Rp3 miliar, juara tiga Rp2 miliar, juara empat Rp1 miliar," ujar Maruarar dikutip dari ANTARA.
Laga pembuka Piala Presiden 2025 dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Setelah itu, pertandingan akan dilanjutkan di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.
Keputusan ini diambil setelah kondisi rumput Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dinilai tidak layak digunakan.
"Saya sudah periksa di Bandung, kita sudah cek GBLA (Gelora Bandung Lautan Api) itu ternyata tidak kondusif dari segi rumput," jelas Maruarar.
"Saya sama pak Dedi (Gubernur Jawa Barat Dedi), dua minggu lalu sudah ke sana, sama pak Farhan (Wali Kota Badung Muhammad Farhan. Kita simpulkan GBLA tidak siap. Jadi, kita ke Si Jalak Harupat," tambahnya.
Meski belum membocorkan identitas keenam tim peserta, Maruarar mengatakan bahwa pengumuman resminya akan dilakukan dalam konferensi pers.
Kehadiran dua tim luar negeri menjadi sorotan dalam edisi kali ini karena untuk pertama kalinya sejak digelar pada 2015, Piala Presiden akan diramaikan oleh klub dari luar Indonesia. Langkah ini diambil agar klub-klub lokal terbiasa menghadapi lawan-lawan internasional.
"Alasannya saya rasa bagus supaya kita juga makin banyak bertanding dengan (tim) luar negeri sebagai negara timnas kita. Dengan begitu, klub-klub kita juga sudah terbiasa main sama klub-klub asing," tutur Maruarar.
Jumlah peserta tahun ini tercatat sebagai yang paling sedikit sepanjang sejarah Piala Presiden.
Sebagai perbandingan, edisi perdana pada 2015 diikuti oleh 16 tim, kemudian bertambah menjadi 20 tim pada edisi 2017, 2018, dan 2019. Namun, jumlah itu mulai menurun pada 2022 dengan 18 tim, dan hanya delapan tim yang berpartisipasi di edisi 2024.
Arema FC tetap menjadi tim paling sukses dalam sejarah turnamen ini, dengan empat gelar juara yang diraih pada 2017, 2019, 2022, dan 2024.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan

