Piala Super Italia Pakai Format Baru Tahun Depan
Piala Super Italia dikabarkan akan memakai format baru di tahun depan, mengikuti format yang sudah terlebih dulu diterapkan pada Piala Super Spanyol.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta - Piala Super Italia dikabarkan akan memakai format baru di tahun depan, mengikuti format yang sudah terlebih dulu diterapkan pada Piala Super Spanyol.
Piala Super Italia 2019 akan mempertemukan juara Liga Serie A Italia 2018-19, Juventus, dengan juara Coppa Italia 2018-19, Lazio, di King Saud University Stadium, Riyadh, Arab Saudi, Senin (23/12/2019) dini hari WIB. Ini merupakan gelaran Piala Super Italia kedua yang dimainkan di luar negeri Pizza.
Pada akhir 2018, Federasi Sepakbola Italia (FIGC) dan Arab Saudi mencapai kesepakatan untuk menggelar pertandingan Piala Super Italia di Arab Saudi selama lima tahun kedepan. Edisi pertama mempertemukan AC Milan dengan Juventus pada gelaran Piala Super Italia 2018 yang dimenangkan I Bianconeri dengan skor 0-1 di Stadion King Abdullah Sport City Stadium, Jeddah, pada 16 Januari 2019.
Dilansir dari Corrier dello Sport, FIGC dan Arab Saudi diklaim sudah mencapai kesepakatan baru mengenai format Piala Super Italia untuk tiga edisi mendatang. Mereka akan menambah tim peserta dari dua menjadi empat tim. Artinya, final akhir pekan besok menjadi yang terakhir menggunakan format dua tim, juara liga menghadapi juara Coppa Italia.
Rencana tersebut diilhami format baru yang akan dipakai pada final Piala Super Spanyol 2019-2020. Gelaran tersebut akan mempertemukan dua finalis Piala Raja Spanyol serta dua tim teratas klasemen akhir LaLiga.
Piala Super Spanyol juga digelar di King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, pada 8 hingga 12 Januari 2020. Di babak semifinal, Valencia juara Piala Raja Spanyol akan jumpa Real Madrid (urutan tiga LaLiga 2018-19) serta Barcelona (runner-up Piala Raja Spanyol) versus Atletico Madrid (runner-up LaLiga).
Sebelumnya, Federasi Sepakbola Kerajaan Spanyol (RFEF) dan Arab Saudi telah menyepakati harga 30 juta Euro atau 10 juta Euro per pertandingan untuk ajang tersebut. Nilai tersebut lebih besar dari kesepakatan yang dicapai antara FIGC dan Arab Saudi di angka 7,5 juta Euro pertandingan.
Editor : Bsafaat

