Pindad Produksi 300 Unit Pertashop

Karya nyata sinergi antar-BUMN kembali muncul ke permukaan. Kali ini, Pindad akan memproduksi gerai Pertashop berdasarkan kerja sama yang diteken pada Rabu (6/3/2019) di Kantor Pusat Pertamina, Jakart

Pindad Produksi 300 Unit Pertashop
INILAH, Bandung - Karya nyata sinergi antar-BUMN kembali muncul ke permukaan. Kali ini, Pindad akan memproduksi gerai Pertashop berdasarkan kerja sama yang diteken pada Rabu (6/3/2019) di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta. 
 
Direktur Utama Pindad Abraham Mose mengatakan, pihaknya yang bergerak dalam bidang manufaktur alat dan peralatan pertahanan dan keamanan negara serta alat industri lainnya akan mendukung Pertamina dalam penyediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan jaringan Pertashop Pertamina. 
 
Menurutnya, Pindad akan membangun sarana dan prasarana sesuai dengan spesifikasi dan ketentuan yang berlaku. Pindad  akan memproduksi fisik Pertashop utuh termasuk tangki. 
 
“Anak perusahaan Pindad, PT Pindad Enjiniring Indonesia (PEI) akan memproduksi Pertashop dengan produksi tahap awal sebanyak 300 unit,” kata Abraham.
 
Dalam pelaksanaannya, dia menyebutkan PT PEI mengerahkan seluruh kemampuan grup Pindad dan melibatkan industri manufaktur mitra binaan di sekitar Bandung. Dalam nota kesepahaman itu jangka waktu kerja sama dilakukan selama satu tahun. 
Secara spesifikasi, Pertashop terdiri dari shelter, dispenser dan tangki bahan bakar. Setiap unit itu memiliki kapasitas dengan volume 1-3 ribu liter yang menjadi nilai lebih dari Pertashop. Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mini itu mengikuti desain dengan standar keamanan operasional dan mudah untuk dimobilisasi dari satu daerah ke daerah lainnya. 
 
“Pertashop ini juga dilengkapi dengan solar cell yang mampu memenuhi ketersediaan sumber listrik secara mandiri untuk keperluan operasional anjungan SPBU mini tersebut,” tambahnya.
 
Dia menuturkan, Pertamina saat ini bermaksud untuk melakukan pengembangan dan pembangunan jaringan Pertashop dalam skala yang besar dan luas di seluruh Indonesia. Itu dilakukan dalam rangka memperkuat jaringan outlet bagi produk bahan bakar minyak (BBM) milik Pertamina. Pertamina menunjuk anak perusahaannya, Pertamina Retail untuk mengadakan Pertashop untuk daerah-daerah yang belum terjangkau SPBU.
 
Proyek pengadaan Pertashop ini merupakan bentuk sinergi antar-BUMN. Nota kesepahaman  ditandatangani Pertamina dan Pindad, Pertamina dan Len Industri, serta Pertamina dan Barata Indonesia. Sinergi BUMN ini dilakukan untuk meningkatkan nilai lebih pada perusahaan, termasuk untuk kepentingan negara dan masyarakat. 
 
Dijelaskan, Pindad dan Barata Indonesia akan membangun sarana dan prasarana Pertashop, Len Industri membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang sudah dilengkapi baterai sebagai sumber energi unit Pertashop.
 
Nota kesepahaman ditandatangani Direktur Utama Pindad Abraham Mose dan Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Mas’ud Khamid. Penandatanganan itu disaksikan Deputi Pertambangan, Industri Strategis dan Media (PISM) Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.
 
Menteri BUMN Rini M Soemarno dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati sebelumnya melihat prototipe Pertashop buatan Pindad pada saat kunjungan kerja ke Pindad pada Januari 2019 lalu.
 
Dari informasi yang dihimpun, sinergi penyediaan sarana dan prasarana jaringan Pertashop Pertamina itu mendorong pemerataan penyaluran BBM bagi masyarakat hingga ke pelosok. Direktur Utama Len Industri Zakky Gamal Yasin menyebutkan, pihaknya akan membangun Pertashop di setiap desa yang dilengkapi dengan PLTS. 
 
“Desain PLTS sudah dilengkapi dengan baterai. Sehingga, bisa stand alone saat dipasang di daerah yang tanpa listrik reguler. Len Industri berperan dalam penyediaan dan fabrikasi sarana dan prasarana Pertashop sesuai dengan standar dan spesifikasi yang ditetapkan Pertamina,” sebut Zakky.


Editor : inilahkoran