Pindad Produksi Ekskavator Mini

Di Pameran Indobuildtech 2019, Pindad secara resmi memperkenalkan produk terbarunya Excava 50. Varian ekskavator mini kelas 5 ton diresmikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Mul

Pindad Produksi Ekskavator Mini
INILAH, Bandung - Di Pameran Indobuildtech 2019, Pindad secara resmi memperkenalkan produk terbarunya Excava 50. Varian ekskavator mini kelas 5 ton diresmikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muldjono dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.
 
Direktur Bisnis Produk Industrial Pindad Heru Puryanto mengatakan, kehadiran ekskavator mini itu melengkapi varian lainnya. Sejauh ini, Pindad menghasilam sejumlah alat berat seperti Excava 200, Excava Breaker, dan Excava Amphibious.
 
“Harga jual Pindad Excava 50 ini sangat kompetitif dibandingkan dengan produk lain. Ke depan, kebutuhan mini excavator semakin meningkat untuk memenuhi permintaan berbagai industri. Produk ini untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur, perkebunan, dan kehutanan yang gencar dilakukan pemerintah,” kata Heru di BSD Tangerang, Kamis (21/3/2019).
 
Menurutnya, Pindad Excava 50 ini jenis alat berat berfungsi untuk menyelesaikan beragam pekerjaan ringan. Seperti pemindahan saluran pembuangan air, membuang material sisa, mengurug tanah, dan pekerjaan ringan lainnya yang berkaitan dengan konstruksi.  Selain itu, ekskavator mini itu juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan perkebunan dan kehutanan.
Khusus Excava 50 itu, Pindad memiliki kapasitas produksi sebanyak satu unit per hari. Dengan menggunakan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 40%, saat ini proses produksinya memasuki tahap produksi massal. 
 
Secara rancang-bangun, ekskavator mini tersebut mempunyai basic design serupa dengan Excava 200 kelas 20 ton. Namun, dimensi disesuaikan dengan kapasitas yang lebih kecil. Seluruh komponen diproduksi di dalam negeri sama halnya dengan Excava 200 yang kini beroperasi di berbagai daerah se-Indonesia.
 
“Dengan ukuran yang lebih kecil dibandingkan Ekskavator 20 ton, Excava 50 memiliki keunggulan kemudahan mobilisasi, ringan, dan mudah dioperasikan. Excava ini memiliki bobot 5 ton, power 35 kW/2.300 rpm, maximum torque 165 Nm/1.650 rpm, traveling speed 3,5 km/h, swing speed 11 rpm dan kapasitas bahan bakar sebanyak 75 liter,” tutur Heru.
 
Sementara itu, dalam rangka menyambut HUT ke-21 Kementerian BUMN, Pindad menggelar kegiatan Kelas Kreatif BUMN 2019 di Universitas Singaperbangsa, Kabupaten Karawang. Direktur Utama Pindad Abaraham Mose mengatakan, program tersebut merupakan komitmen Pindad untuk untuk masyarakat berupa ilmu dan keahlian yang akan menjadi modal dasar untuk pengembangan diri generasi muda.
 
“Kegiatan ini diikuti lebih dari 300 orang peserta merupakan upaya Pindad dalam mendorong generasi muda untuk terus berkreatif dan berinovasi sehingga meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi era revolusi industri 4.0,” ujar Abraham.
 
Gelaran Kelas Kreatif didahului dengan seminar motivasi yang menghadirkan tokoh inspiratif Jawa Barat Popong Otje Djundjunan. Harapannya, para peserta mendapatkan inspirasi agar tetap semangat untuk terus berkarya. 
 
Dia menuturkan, pelaksanaan Kelas Kreatif BUMN terbagi menjadi empat kelas kreatif. Yakni, kelas otomotif sebanyak 81 orang, kelas desain grafis 80 orang, kelas barista 81 orang, dan kelas e-commerce 81 orang.
 
Dengan membawa semangat milenial, Kelas Kreatif BUMN merupakan salah satu wujud BUMN Hadir untuk Negeri dan program BUMN Berbagi. Kegiatan tersebut diharapkan mampu membantu dan mendorong masyarakat agar bisa belajar hal baru dan menciptakan peluang usaha baru dengan tujuan akhir meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat.


Editor : inilahkoran