PKB Kabupaten Cirebon Harus Cerdas, Gabung Dua Koalisi atau Bergabung dengan PDIP
PKB Kabupaten Cirebon yang saat ini masih juga belum menentukan gabung dengan beberapa koalisi justru dinilai cerdas.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - PKB Kabupaten Cirebon yang saat ini masih juga belum menentukan gabung dengan beberapa koalisi justru dinilai cerdas.
Pengamat politik Cirebon Ari Hamdani mmengatakan, dengan demikian PKB Kabupaten Cirebon mempunyai posisi dan daya tawar yang cukup tinggi.
Menurutnya, dengan modal 9 kursi di parlemen justru nantinya PKB Kabupaten Cirebon akan diminati beberapa partai koalisi. Artinya, konstelasi Pilkada di Kabupaten Cirebon tahun ini akan semakin memanas.
Dia menuturkan, koaliasi Golkar-Gerindra-Demokrat yang total punya 18 kursi berpeluang mengajak PKB atau PKB Kabupaten Cirebpn sendiri yang menawarkan diri.
Estimasinya, kalau digabung akan ada 27 kursi. Sementara, PDIP kalau tetap pede mengusung satu paket maka hanya ada 13 kursi. Sementara, koalisi PKS-Nasdem ada 10 kursi.
"Kalau PKB gabung ke koalisi saat Pilpres, maka akan cukup kuat melawan petahana yaitu PDIP. Yang ngeri itu, kalau PDIP minta koalisi Nasdem-PKS untuk gabung bersama mereka. Maka akan terjadi head to head yang artinya hanya ada dua calon Bupati dan Wakil Bupati Cirebon yang bertarung di Pilkada tahun ini," ungkapnya.
Namun justru PDIP lanjutnya akan semakin kuat kalau mengajak PKB ikut gabung koalisi, minus Nasdem-PKS. Kalau ini terjadi maka akan ada 22 kursi diparlemen.
Koalisi akan semakin ramai ketika koalisi Nasdem-PKS merapat ke koalisi Golkar-Gerindra-Golkar. Artinya koalisi ini punya tambahan 28 kursi. Dengan kondisi seperti ini dipastikan dua kandidat yang diusung dua koalisi besar akan bersaing suara secara ketat.
"Kalau Koalisi Golkar-Gerindra-Demokrat mengajak koalisi PKS-Nasdem, itu sangat memungkinkan. Tapi kalau PKB sepertinya sulit berkoalisi kalau didalamnya ada PKS. Tapi saya prediksi, PKB tidak akan mau berkoalisi dengan PDIP," ujarnya.
Dia memprediksi, koalisi PKS-Nasdem kecil kemungkinan untuk mengusung pasangan Bupati dan calon bupati Cirebon. Selain minus kader juga persoalan finansial kemungkinan menjadi salah satu kendala. Justru diprediksi, dibentuknya koalisi ini sebagai upaya proses daya tawar yang akan dilakukan nanti.
Sementara itu, Ketua DPC Gerindra Kabupaten Cirebon Subhan menyebutkan, semua serba memungkinkan dan semua prediksi terkait Pilkada sah-sah saja. Kalau saja PKB mau bergabung dengan koalisi Golkar-Gerindra-Demokrat pihaknya akan senang hati menerima. Begitupun kalau PDIP dan koalisi PKS-Nasdem mau merapat, juga diterima dengan lapang dada.
"Sekarang semua serba mungkin terjadi dan prediksi politik sah-sah saja dilontarkan semua warga negara. Kalau gerindra itu belajar politik dari Prabowo yang bagaimana dia legowonya selama ini. Terbukti kan beliau jadi presiden terpilih sekarang," akunya.
Subhan menambahkan, meskipun melakukan koalisi dengan parpol lain, bisa saja koalisi Golkar-Gerindra-Demokrat hanya memunculkan E-2, atau sebaliknya. Itu semua tergantung komunikasi politik yang dibangun kalau saja ada parpol lain yang akan berkoalisi.
"Pokoknya semua bisa terjadi. Jadi nanti ke depan sepertinya akan ada kejutan-kejutan politik. Tunggu saja nanti," tukasnya. (maman suharman)
Editor : Doni Ramdhani

