Podomoro Park Bandung Bidik Pasar Rumah Tapak Milenial

Proyek Podomoro Park yang berada di selatan Kota Bandung terus dikembangkan Agung Podomoro Land. Sejauh ini, dari tiga kluster yang dipasarkan itu 70% di antaranya terserap pasar.

Podomoro Park Bandung Bidik Pasar Rumah Tapak Milenial
INILAH, Bandung - Proyek Podomoro Park yang berada di selatan Kota Bandung terus dikembangkan Agung Podomoro Land. Sejauh ini, dari tiga kluster yang dipasarkan itu 70% di antaranya terserap pasar.
 
General Manager Marketing Podomoro Park Tedi Guswana mengatakan, saat ini generasi milenial merupakan pasar potensial bagi para developer. Jumlahnya yang semakin banyak itu membuat pihaknya menyesuaikan produk yang sejalan dengan kebutuhan pasar.
 
Menurutnya, kecenderungan pengembang saat ini menyesuaikan produk sesuai yang diinginkan konsumen. Bentuk dari respons tren pasar itu pihaknya kini mengembangkan hunian rumah tapak satu lantai yang dibanderol kurang dari Rp1 miliar.
 
“Sekarang, kita mengembangkan kluster Padmagriya yang ditawarkan mulai dari harga Rp800 jutaan dengan jumlah unit yang terbatas. Untuk kluster ini ada 333 unit yang dipasarkan. Targetnya, hunian ini untuk para generasi milenial yang trennya menginginkan hunian simpel,” kata Tedi di Bandung, Selasa (2/4/2019).
 
Dia menjelaskan, sejauh ini dari total unit yang dijual itu terhitung sebanyak 100 unit dipesan konsumen. Para peminat yang mengantongi nomor urut pemesanan (NUP) itu diakuinya sudah menitipkan uang meski harga setiap unit itu belum resmi diumumkan. Pemesanan itu dilakukan selama 12 hari terakhir.
 
Berdasarkan tingginya animo itu, Tedi optimistis saat seremoni launching pada 27 April mendatang, ke-333 unit kluster Padmagriya itu ludes terjual. Hunian terbaru itu berada dalam kawasan home resort Podomoro Park Bandung. Tak hanya itu, dia beralasan rumah tapak merupakan pilihan utama pasar properti Bandung Raya untuk hunian.
 
Dia menuturkan, dengan harga relatif terjangkau tersebut milenial dapat memiliki hunian minimalis yang berada di tengah kawasan hunian resort kelas dunia. Kluster Padmagriya itu dikembangkan dalam dua tipe unit berbeda. Yakni, tipe Asoka berukuran 6x11 m2 dan Ayana dengan luas tanah 7x12 m2.
 
“Selain pasar lokal, untuk tipe Asoka dan Ayana ini kita menyasar pasar milenial dan investor asal Jakarta dan Jabodetabek. Saya optimis produk ini diterima dan terserap pasar seluruhnya,” tambahnya.
 
Lebih jauh dia menyebutkan, untuk keseluruhan tipe hunian Podomoro Park ini diminati para enduser sebagai captive market. Pasalnya, dari sekitar 500an unit yang terjual itu 48% di antaranya konsumen membayar menggunakan kredit pemilikan rumah (KPR).
 
“Dipasarkannya kluster Padmagriya ini, di Podomoro Park ini sudah dikembangkan empat kluster. Yaitu kluster Amagriya Eka dan Amagriya Dwi, serta kluster premium Anapuri,” ucap Tedi.


Editor : inilahkoran