INILAH, Purwakarta – Sebagian wilayah di Kabupaten Purwakarta merupakan daerah perbukitan atau dataran tinggi. Pascapenemuan ladang ganja di Kecamatan Sukasari, jajaran kepolisian mulai mewanti-wanti.
Apalagi, hasil dari pengembangan kasus penemuan ladang ganja itu menyimpulkan, suhu udara di dataran tinggi Purwakarta sangat cocok dijadikan kebun ganja.
Kapolres Purwakarta AKBP Matrius menuturkan, saat ini jajarannya terus melakukan pengembangan pasca penemuan ladang ganja di Kecamatan Sukasari. Pihaknya mengakui tak mendeteksi sebelumnya, lantaran hasil dari penyelidikan menyimpulkan modus para pelaku ini berpindah-pindah tempat.
"Polisi sudah mengamankan pelaku inisial S yang merupakan pemilik pohon ganja. S beserta barang buktinya sudah dibawa ke Polresta Yogyakarta. Kami sedang melakukan pengembangan," ujar Matrius kepada INILAH, Senin (19/2/2019).
Matrius menjelaskan, dari pengakuan pelaku, pohon ganja ini ditanam sejak Desember lalu. Bahkan, lima hari ke depan pohon ganja yang telah berdaun lebat ini akan dipanen.
Adapun cara pelaku menanamnya, kata Matrius, dengan cara ditanam di sebuah media Polybag. Jadi, tak langsung ditanam di tanah. Hal itu untuk memudahkan mereka berpindah untuk menanam di tempat lain.
"Jadi modusnya itu berpindah tempat. Kalau di sini sudah panen, mereka cari lagi tempat lain," jelas dia.
Adapun pohon ganja yang telah diamankan, jumlahnya mencapai 1.300 batang yang disimpan dalam 650 polybag. Sedangkan, dari luasan lahan perhutani yang mencapai 1,5 hektare itu, hanya 300 meter persegi saja yang digunakan pelaku untuk menanam ganja.
"Lahan tersebut sudah disterilkan dari barang bukti. Kami terus melakukan pengembangan," jelas dia.
Matrius menambahkan, pihaknya telah menguatkan kordinasi dengan jajarannya di masing-masing polsek. Terutama yang berada di wilayah perbukitan.