Polisi Tangkap Pria KDRT dan Sebar Video Istri Tanpa Pakaian di Grup Sekolah di Bandung

Polrestabes Bandung membenarkan telah menangkap pelaku kekerasan dalam rumah tangga yang sempat viral di media sosial Twitter.

Polisi Tangkap Pria KDRT dan Sebar Video Istri Tanpa Pakaian di Grup Sekolah di Bandung
Rekaman polisi ketika menangani perkara seorang suami melakukan KDRT dan mengirim video tak pantas istrinya ke grup Whatsapp Komite Sekolah di Bandung.

INILAHKORAN, Bandung - Polrestabes Bandung membenarkan telah menangkap pelaku kekerasan dalam rumah tangga yang sempat viral di media sosial Twitter.

“Benar, kita sudah tangkap," kata Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Rudi Trihandoyo, saat ditemui di Mapolrestabes, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin (13/12/2021).

Rudi mengatakan pelaku ditangkap pada Minggu 12 Desember 2021, tepatnya, sehari setelah kasusnya mencuat di media sosial. Pelaku ditangkap di, kediamannya di Bumi Panyileukan, Kota Bandung.

Adapun pelaku berinisial B. "Saat ini kita lagi proses pemeriksaan," ucap dia.

Baca Juga: Gila...Istri di Bandung Dipukul, Dipeloroti, Divideokan, Lalu Dikirim ke Grup Komite Sekolah

Diberitakan sebelumnya, seorang netizen yang menggunakan media sosial Twitter, dengan nama akun @soyeoen, membagikan cuitan soal adanya aksi kekerasan rumah tangga.

Dalam postingan, warganet itu, bercerita soal adanya seorang warga di Bandung, yang mengalami tindak kekerasan oleh suaminya.

Pada cuitannya itu, diceritakan ada seorang ibu dua anak mengalami tindak kekerasan yang dilakukan suaminya.

Baca Juga: Ini Alasan Pria Garut 19 Detik, Unggah Video Syur di Akun Instagram

Suaminya itu, melakukan pemukulan terhadap sang istri. Lebih parahnya saat sang istri dipukuli, ia juga ditelanjangi dan sebarkan ke grup pesan WhatsApp sekolah anaknya, yang beranggotakan komite sekolah.

"Pada tanggal 22 november 2021 pukul 13:12 pelaku mengirim video penyiksaan korban dalam keadaan telanjang bulat di grup komite sekolah dan ini grup tuh isinya orang tua murid sama guru2 sekolah. Fyi, pelaku menggunakan nomer korban makanya itu kepala sekolah "nanya kenapa buu"," cuit akun @soyeoen, pada 11 Desember 2021, kemarin. (cesar yudhistira)


Editor : inilahkoran