Posisi Jack Dorsey Sebagai CEO Twitter Terancam

Beredar sebuah laporan yang menyebut bahwa seorang investor berencana untuk menggusur posisi Jack Dorsey sebagai CEO Twitter.

Posisi Jack Dorsey Sebagai CEO Twitter Terancam
istimewa

INILAH, New York - Beredar sebuah laporan yang menyebut bahwa seorang investor berencana untuk menggusur posisi Jack Dorsey sebagai CEO Twitter.

Seorang miliarder yang juga pendiri Elliott Management, Paul Singer, diduga merupakan sosok di balik rencana pelengseran Dorsey tersebut.

Elliott Management kabarnya membeli sejumlah saham Twitter dalam rangka mendongkel Dorsey. Firma investasi yang berbasis di New York ini turut menominasikan empat nama untuk mengisi kursi dewan direksi Twitter dalam rapat tahunan.

Belum diketahui berapa banyak saham Twitter yang dibeli oleh Elliott Management. Namun, diketahui bahwa saat ini Elliott Management adalah pemegang saham cukup besar di Twitter, sehingga mereka memiliki wewenang untuk mengatur struktur perusahaan jejaring sosial tersebut.

Mengutip Bloomberg, rencana untuk menggantikan Dorsey itu konon bertujuan untuk mendorong adanya perubahan internal di Twitter. Sebab, Dorsey dianggap sudah kurang layak memimpin perusahaan.

Semenjak Dorsey kembali memimpin Twitter pada Juli 2015 hingga saat ini, harga saham Twitter turun 6,5 persen. Sementara itu, dalam waktu yang sama, harga saham Facebook naik 121 persen.

Dorsey juga menjabat sebagai CEO perusahaan lain, Square Inc. yang merupakan perusahaan layanan pembayaran yang ia dirikan sejak 2009 lalu.

Keinginan Dorsey untuk tinggal di Afrika selama enam bulan setiap tahun juga menjadi perhatian khusus untuk Elliott Management.

Elliott Management sendiri adalah activist investor yang kerap membeli saham sebuah perusahaan untuk mendorong perubahan di dalamnya.

Selain Twitter, Elliott Management pekan ini turut mengumumkan pembelian saham SoftBank Corp. (inilah.com)


Editor : JakaPermana