PPDB Jawa Barat 2019 Siapkan Sistem Optimal
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) merupakan agenda pendidikan tahunan. Namun kerap kali ada perubahan terkait pelaksanaanya dengan tetap mengacu kepada Azas Keadilan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung-Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) merupakan agenda pendidikan tahunan. Namun kerap kali ada perubahan terkait pelaksanaanya dengan tetap mengacu kepada Azas Keadilan.
Tim Teknis PPDB 2019 Jawa Barat, Dian Peniasiani mengatakan salah satu perubahan itu tampak dari halaman informasi atau website. Diketahui PPDB dilakukan secara daring melalui aplikasi PPDB berbasis web pada laman http://ppdb.disdik.jabarprov.go.id yang saat ini sedang dimaksimalkan.
"Delam display di web ini juga beda. Kalau dulu ketika siswa sudah masuk ke pilihan satu itu langsung oleh sistem diseleksi secara real time" ujar Dian.
Perubahan tersebut sering dengan regulasi anyar, yakni sistem zonasi 90 persen yang diterapkan di Jabar. Adapun PPDB sebelumnya setiap calon peserta didik dapat memantau setiap pergerakan seleksi, di mana bila pada pilihan sekolah ke satu tidak lolos maka nama ya akan hilang oleh sistem dan dilimpahkan kepada pilihan nomor dua.
"Di pilihan dua begitu juga. Kalau tidak lolos maka akan hilang oleh sistem," ucapnya.
Untuk tampilan web pada PPDB 2019, dia katakan, akan menampilkan jalur zonasi yang berbasis jarak secara periodik namun tidak setiap hari. Nantinya akan diketahui jarak terdekat, jarak rata-rata hingga jarak yang terjauh dari domisili para calon peserta didik menuju SMA Negeri yang dipilih.
"Oleh orang tua bisa terlihat sehingga bisa memprediksi (jarak) rumah ke sekolah itu berapa meter. Berarti posisi anaknya apakah ada di rata rata, terjauh atau terdekat. Seandainya terjauh kan dia harus melihat di pilihan ke dua ya," paparnya.
Sementara itu, Sekretaris PPDB 2019 Pengawas Penerimaan SMK Jabar Edi Purwanto mengatakan Sistem PPDB di provinsi Jabar tahun 2019 ini menggunakan sistem aplikasi yang telah disiapkan agar dapat diakses dengan optimal. Kelebihan sistem yang sekarang, kata dia, seluruhnya menggunakan sistem terpadu dari salah satu perguruan tinggi di Jabar, baik itu mengbai hardware maupun software.
Dia paparkan, setelah calon peserta didik mendaftar ke sekolah pertama, kemudian verifikasi berkas oleh operator akan dimasukan ke dalam sistem.
"Untuk sistem ini akan berbeda antara web yang di lihat oleh masyarkat dan oleh operator sehingga dengan demikian kekhawatiran masyarakat terhadap sistem aplikasi yang nantinya akan downn mudah-mudahan tidak terjadi," ujar Edi.
Selain memuat terkait informasi zonasi, melalui website tersebut para calon peserta didik akan mendapatkan informasi mengenai alur pendaftaran, dan pengumuman serta pengaduan. Adapun calon peserta didik yang akan mendaftar dapat melalui sekolah yang dituju dan mengikuti mekanisme dan persyaratan pendaftaran yang telah ditetapkan. Sedangkan untuk pengumuman hasil seleksi melalui daring tersebut akan diserahkan kepada sekolah untuk ditetapkan oleh Kepala Sekolah masing-masing.
Adapun agenda PPDB 2019 di Jabar telah dimulai dengan penetapan zonasi pada tanggal 24 April 2019. Sejak 1 Mei ini hingga 16 Juni nanti sosialisasi mengenai PPDB ini gencar dilakukan. Sementara pendaftaran dimulai pada 17 hingga 22 Juni mendatang. Setelah itu dilanjutkan dengan verifikasi dan uji kompetensi pada tanggal 25 hingga 26 Juni 2019.
Para calon peserta didik dapat mengetahui pengumuman hasil seleksi pada tanggal 29 Juni dan daftar ulang di tanggal 1 dan 2 Juli 2019. Awal tahun pelajaran 2019/2020 pada tanggal 15 Juli 2019. Lalu Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada tanggal 16 hingga 18 Juli 2019. (riantonurdiansyah)
Editor : inilahkoran

