PPKM Level 3, Dandim 0606 Kota Bogor Punya Pesan Ini Buat Masyarakat

Komandan Kodim (Dandim) 0606/Kota Bogor, Kolonel Inf Roby Bulan memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap menjaga Protokol Kesehatan

PPKM Level 3, Dandim 0606 Kota Bogor Punya Pesan Ini Buat Masyarakat
Komandan Kodim (Dandim) 0606/Kota Bogor, Kolonel Inf Roby Bulan memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap menjaga Protokol Kesehatan (Prokes)

INILAHKORAN, Bogor - Komandan Kodim (Dandim) 0606/Kota Bogor, Kolonel Inf Roby Bulan memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap menjaga Protokol Kesehatan (Prokes) dimasa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 Kota Bogor.
 
Selain itu bagi warga yang belum divaksinasi segera melaksanakan juga vaksin booster bila sudah memenuhi syarat waktu dan bagi lansia sebaiknya di rumah saja.
 
"Seperti yang dikatakan Presiden Republik Indonesia (RI) bapak Joko Widodo (Jokowi) vaksin mengurangi dampak bila terinfeksi virus, sehingga lebih mudah dan cepat sembuhnya," ungkap Roby kepada wartawan pada Selasa (8/2/2022)
 
 
Roby melanjutkan, dirinya optimis Kota Bogor bisa melalui pandemi Covid-19 varian omnicron, karena sudah ada tren penurunan.
 
"Dan saya optimis Insya Allah Omicron di Kota Bogor terkendali karena ada penurunan kasus perharinya," tambahnya.
 
Roby melanjutkan, sesuai arahan presiden kemarin, bahwa pandemi belum sepenuhnya berakhir, meskipun di 2020 dan 2021 Indonesia bisa melewati gelombang demi gelombang, termasuk yang terakhir gelombang varian delta dengan kerja dan bergotong royong bersama-sama membentengi dengan baik.
 
 
"Kali ini memasuki 2022, Indonesia kembali dihadapkan pada tantangan varian omicron yang penyebarannya lebih cepat empat kali lipat dari varian delta," terangnya.
 
Roby menjelaskan, kemarin presiden RI memberikan arahan, melihat kasus omicron di dunia, seperti di Amerika, Inggris, Perancis, kasus barunya masih sangat tinggi untuk Omicron.
 
Belajar dari negara lain, Indonesia ingin menangani varian Omicron di negara Indonesia dengan manajemen yang lebih baik dari saat menangani varian delta di 2020 dan 2021. Tren kasus Omicron di Indonesia sampai saat ini 93 persen kasusnya ada di Jawa dan Bali. 
 
 
"Dalam arahan presiden, hal yang patut disyukuri yakni tingkat perawatannya rendah, penggunaan ICU juga masih rendah, kematian juga sangat rendah jika dibandingkan varian delta. Namun untuk DKI Jakarta, Jabar, Jateng, harus berhati-hati karena tren kasusnya terus naik.
 
Diperkirakan bapak Presiden setelah Jawa Bali 3-4 minggu gelombang Omicron ini akan meluas keluar dari Jawa Bali. Sehingga semuanya harus siap secara detail. Jangan sampai Omicronnya datang, RS belum siap, oksigen, obat-obatan belum disiapkan. Jadi segera siapkan diri menghadapi gelombang Omicron," jelasnya.
 
Roby melanjutkan, dikatakan Presiden RI, karakter pasien yang dirawat di rumah sakit secara nasional 93 persen tanpa komorbid dan 7 persen dengan komorbid. Diarahkan pasien bergejala ringan dan tanpa gejala prioritaskan untuk Isoman, sementara rumah sakit hanya diperuntukkan yang bergejala sedang, berat dan kritis. Kemudian karakter pasien yang meninggal dunia akibat omicron 69 persen karena belum vaksin lengkap. 
 
 
"Tak ayal, vaksin menjadi kunci penanganan Omicron untuk mencegah kematian. Kunci penanganan Omicron percepatan vaksinasi dan meningkatkan kembali Protokol kesehatan utamanya memakai masker," pungkasnya.(rizki mauludi)***
 


Editor : inilahkoran