Prabowo Disadap, SBY Pertanyakan Arah Politik Indonesia: Kok jadi Begini Negara Kita?

SBY pertanyakan arah politik Indonesia yang dinilai begitu liar saat tiga perwira polisi sadap Presiden Prabowo.

Prabowo Disadap, SBY Pertanyakan Arah Politik Indonesia: Kok jadi Begini Negara Kita?
Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

INILAHKORAN, Bandung - Saat ini kasus Penyadapan yang dilakukan tiga perwira polisi berpangkat tinggi terhadap Presiden Prabowo Subianto dan para menteri tengah jadi sorotan publik.

Di mana pada hari Selasa, 3 November 2026, Presiden Prabowo, para menteri dan pejabat pemerintah, tokoh politik, serta media dilaporkan Kepolisian Indonesia telah menjadi korban penyadapan ilegal oleh tiga perwira polisi berpangkat tinggi, LSP, ASN, dan EH, sejak tahun 2025.

Para tersangka itu diduga telah memerintahkan penyadapan telepon dilakukan tanpa izin yang sah dan di luar tujuan penegakan hukum pada periode 2025-2026.

Ketiganya juga dilaporkan telah menghapus data elektronik yang terkait dengan penyadapan ilegal pada Oktober 2026 untuk menghilangkan jejak kejahatan mereka.

Menyoroti kasus penyadapan tersebut, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau yang lebih akrab disapa Pak SBY, mempertanyakan arah politik Indonesia saat ini.

Melalui akun X pribadinya, SBY ungkap kehawatiran dan ketakutan rakyat di tengah arah politik Indonesia yang tidak menentu.

"Kok jadi begini negara kita. Kok begini liar politik kita. Sepertinya untuk mendapatkan kekuasaan (political power) cara apapun dibenarkan. Tidak peduli baik atau buruk. Bermoral atau tidak bermoral. Saya khawatir kalau akhirnya rakyat merasa takut dan tidak tenteram hidup di negaranya sendiri," tulis SBY pada hari ini, Rabu, 4 November 2026.

Sebagai mantan Presiden, SBY meminta agar Prabowo kembali menghidupkan politik yang beradab dan lebih mementingkan rakyat.

"Sebagai warga bangsa yang sangat mencintai negeri ini, seperti juga warga negara Indonesia yang lain, saya bermohon kepada Presiden Prabowo untuk menghidupkan kembali politik yang berkeadaban. Ini panggilan sejarah. Ini amanah rakyat. Semoga Tuhan memberikan kekuatan dan tuntunan kepada Pak Prabowo untuk menjalankan misi mulia ini," tutur SBY.***


Editor : Irma Nurfajri