TAK ada yang menjagokan Bayern Muenchen menang di kandang Liverpool, Anfield Stadium, Rabu (20/2) dini hari WIB. Performa mereka sedang buruk!
Ini duel leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Duel dua kandidat juara. Duel, dua tim yang di kompetisi domestik juga sedang menggebu-gebu meraih gelar. Tapi, ada sedikit perbedaan!
Ya, Liverpool mulai berusaha merusak dominasi Manchester City di pentas Liga Primer Inggris. Mereka kini memiliki poin yang sama dengan sang juara bertahan.
Bahkan, Liverpool bisa menentukan nasibnya sendiri untuk jadi juara, lantaran punya tabungan satu laga.
Kondisi Bayern agak berbeda. Kalau di musim-musim sebelumnya mereka berjaya, kini mulai kedodoran. Tim Bavaria tak tampak seperti klub yang juara enam kali beruntun di ajang Bundesliga. Pertahanan mereka begitu rapuh.
"Mereka tetap tim besar. Kami tak mau terkecoh dengan situasi itu. Kami tetap waspada meskipun percaya diri bisa memenangi laga ini," ujar Manajer Liverpool, Juergen Klopp dilansir situs resmi klub.
Ya, lini pertahanan Bayern jadi yang paling mengkhawatirkan. Akhir pekan lalu, mereka dua kali dibobol tim medioker FC Augsburg. Sulit dibayangkan, Bayern bisa membendung serangan trisula maut Liverpool, Sadio Mane, Roberto Firmino, dan Mohamed Salah.
Bek Augsburg, Phillip Max bahkan punya saran khusus untuk para penyerang Liverpool. "Full bak mereka (Bayern) selalu jauh dari sisi pertahanan ketika menyerang. Itu yang kami eksploitasi," ungkapnya
Maka, jelas pelatih Bayern Niko Kovac wajib secepatnya menambal segala kebocoran di sektor belakang. Andai tak ada solusi, maka mereka bisa jadi pulang tanpa hasil dari kandang Liverpool.
Dan Bayern, harus benar-benar memperhatikan bagaimana Anfield bak neraka bagi tim-tim asal Jerman. Dari 15 lawatan yang dilakukan para wakil Bundesliga, tak satu pun berbuah kemenangan. Bahkan, hanya tiga yang berujung imbang. Terakhir, The Reds menghajar TSG 1899 Hoffenheim 4-2.
Bayern pun sudah dua kali melawat ke Anfield. Itu terjadi pada 1971 dan 1981 dengan hasil sama, yakni imbang tanpa gol. Ironisnya, skor kacamata pada 1981 adalah kali terakhir wakil Jerman terhindar dari kekalahan di Anfield. Setelah itu, enam kali Liverpool menggebuk wakil Jerman.
"Kami harus membenahi segala aspek sepak bola yang kami usung. Jelas pertandingan di Anfield akan sangat menguras segalanya. Tetapi kami yakin, kami adalah Bayern Muenchen," lugas Kovac.
Pujian Robben
Winger Bayern Arjen Robben memuji pelatih Liverpool, Juergen Klopp. Di mata Robben, Liverpool di bawah asuhan Klopp telah menjelma sebagai kekuatan menakutkan di Eropa.
Banyak yang membandingkan skuat Liverpool sekarang dengan tim tahun 2005 dulu, di mana mereka sukses keluar sebagai juara Liga Champions. Berbicara kepada Daily Mail, Robben mengakui bahwa The Reds saat itu sangatlah perkasa.
"Pada saat itu, Liverpool adalah sebuah tim yang sangat, sangat kuat. Mereka memenangkan Liga Champions 2005. Mereka selalu menjalani laga yang ketat, terutama di Liga Champions," terang Robben.
Liverpool sempat menjalani masa-masa kelam, di mana mereka hanya tampil sekali di ajang Liga Champions dalam kurun enam musim. Bahkan, perjuangan mereka pada saat itu hanya terhenti sampai di fase grup saja.
"Saya pikir semuanya sudah berubah, dan mereka berkembang dengan sangat baik. Pujian untuk sang pelatih, yang telah melakukan tugasnya dengan baik," lanjutnya.
"Tahun lalu mereka berada di final Liga Champions, bermain baik di liga, dan pada saat ini mereka sedang menyamai tim pemuncak. City sangatlah dekat," tambahnya. (bsf)