Program Clean Up Sampah Kembali Digenjot, DLH Kota Cimahi Ungkap Hasilnya

Pasca menjalankan status darurat sampah selama sebulan, Dinas Lingkungan Hidup DLH Kota Cimahi kembali menggenjot program clean up di sejumlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara.

Program Clean Up Sampah Kembali Digenjot, DLH Kota Cimahi Ungkap Hasilnya
DLH Kota Cimahi juga melakukan penguatan edukasi terkait pemilihan sampah kepada masyarakat. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Cimahi - Pasca menjalankan status darurat sampah selama sebulan, Dinas Lingkungan Hidup DLH Kota Cimahi kembali menggenjot program clean up di sejumlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara.

Tak cuma itu, DLH Kota Cimahi juga melakukan penguatan edukasi terkait pemilihan sampah kepada masyarakat.

"Kami sudah mulai menerima kembali kiriman sampah dari masyarakat tapi dengan syarat harus sudah dipilah," kata Kepala DLH Kota Cimahi Chanifah Listyarini.

Pasalnya, sambung Chanifah, pada 21-27 April 2025 lalu pihaknya secara marathon telah memberikan sosialisasi terkait syarat sampah bisa dikirim ke TPS kepada para petugas.

"Semua petugas diberi penyuluhan soal beda sampah organik dan anorganik. Penarikannya juga beda hari, supaya sampah nggak tercampur waktu dikumpulkan di TPS. Hal ini agar tidak tercampur saat dikumpulkan di TPS," jelasnya.

Namun untuk hari Jumat lalu, ungkap Chanifah, penarikan sampah sempat dihentikan sementara lantaran DLH Kota Cimahi masih menemukan adanya penumpukan di beberapa titik. 

"Sampah itu belum sempat diangkut saat proses clean up berlangsung," ucapnya.

Kendati demikian, Chanifah mengaku, dampak dari sosialisasi yang dilakukan di setiap kelurahan di Kota Cimahi sudah mulai terlihat. Sebab, warga sudah mulai mengerti cara memilih sampah yang benar meski belum semuanya ideal.

"Tapi masih ada sebagian yang masih belum terpilah saat ditarik," imbuhnya.

DLH Kota Cimahi mencatat, sebanyak 200 ritase sampah yang berhasil diangkut ke TPA Sarimukti pada pelaksanaan clean up yang digelar pada 21 April hingga 1 Mei 2025 lalu.

Bahkan, pada 27 April 2025 sebagian sampah sudah bisa diolah oleh masyarakat sebelum dikirim ke TPA Sarimukti untuk mengurangi volume pengiriman.

"Karena pada saat clean up, masyarakat ada yang sudah berinisiatif memilah sampah," ungkapnya.

Chanifah menilai, program tersebut dinilai cukup efektif lantaran sekitar 80 persen masyarakat merespons positif gerakan itu.

Bahkan, sekitar 60 persen warga dinilai sudah mulai paham dan sadar pentingnya pengelolaan sampah yang benar.

"Itu menunjukkan ada kemajuan dalam cara pandang masyarakat terhadap sampah," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani