Proyek Jalur Ganda PT Hapsaka Mas Terancam Molor

Proyek pembangunan jalur ganda Kereta Api Bogor - Sukabumi Km 19.300 - 21.300 (sepanjang 2.000 meter) tahap II yang dikerjakan PT Hapsaka Mas yang sempat longsor pada Sabtu, (16/11/2019) lalu terancam molor.

Proyek Jalur Ganda PT Hapsaka Mas Terancam Molor
foto: INILAH/Reza Zurifwan

INILAH, Cigombong - Proyek pembangunan jalur ganda Kereta Api Bogor - Sukabumi Km 19.300 - 21.300 (sepanjang 2.000 meter) tahap II yang dikerjakan PT Hapsaka Mas yang sempat longsor pada Sabtu, (16/11/2019) lalu terancam molor.

Padahal beberapa waktu lalu di Bulan Desember ini, Sat Reskrim Polres sudah mencabut police line  lantaran dari hasil penyidikan dan berdasarkan keterangan saksi ahli, kejadiaan naas di Sabtu pagi itu karena bencana alam.

"Menurut keterangan dua orang saksi ahli konstruksi, karena curah hujan cukup tinggi di Jumat malam sebelum kejadian lalu arus air pun membuat tebingan tanah longsor. Kata mereka kejadian naas beberapa waktu lalu merupakan bencana alam," ujar Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Benny Tjahyadi ketika dihubungi wartawan, Sabtu (28/12/2019).

Pria berkaca mata ini menambahkan karesa saksi ahli kontruksi dan bukti lain sudah menyatakan penyebab longsornya tebing yang memiliki sudut kemiringan hampir 90 derajat tersebut karena bencana alam, maka jajarannya pun mempersilahkan PT Hapsaka Mas untuk melanjutkan pekerjaannya.\

"Police line sudah kami cabut dan PT Hapsaka Mas boleh bekerja lagi di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah sebelumnya kami larang karena masih dalam tahap penyidikan. Mengenai waktu tambahab pekerjaan silahkan ditanyakan ke Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan karena itu merupakan wewenang mereka," tambahnya. 

Terpisah, Farid salah seorang pekerja PT Hapsaka Mas di lokasi menuturkan bahwa pekerjaan pembangunan Turap Penahan Tanah (TPT) belum dilanjutkan oleh pihaknya walaupun masa pekerjaan tersisa 83 hari lagi.

"Kalau proyek pembangunan jalur ganda Kereta Api Bogor - Sukabumi Km 19.300 - 21.300 (sepanjang 2.000 meter) tahap II ini molor atau tidak saya belum tau, tetapi untuk pembangunan turap baru akan kami laksanakan usai tahun baru 2020," tutup Farid.

Ia menjelaskan para pekerja rombongan dari Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yang kemarin bekerja di lokasi belum pulang usai diliburkan karena saat tebing longsor bulan lalu telah menewaskan dua orang rekannya dari daerah yang sama.

"Saat ini para pekerja di titik TPT in belum kembali ke Cigombong, Kabupaten Bogor usai diliburkan oleh PT Hapsaka Mas. Sementara pekerjaan lain juga belum banyak dilakukan lagi karena kegiatan hari ini cuma cat and fill saja, itu pun di titik lainnya," jelas pria asli Desa Wares Jaya, Cigombong ini. (Reza Zurifwan)


Editor : JakaPermana