Proyek Revitalisasi Pasar Tanah Baru Rp3,4 Miliar Dimulai
Proyek revitalisasi Pasar Rakyat Tanah Baru yang berlokasi di RT 03/04, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor dimulai. Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim dan Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor Muzakkir melakukan seremoni peletakan batu pertama, Senin (16/8/2021).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor - Proyek revitalisasi Pasar Rakyat Tanah Baru yang berlokasi di RT 03/04, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor dimulai. Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim dan Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor Muzakkir melakukan seremoni peletakan batu pertama, Senin (16/8/2021).
Revitalisasi ini mengacu kepada Surat Keputusan (SK) Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 98/2020. Secara teknis, pelelangan melalui sistem LPSE Kota Bogor yang dimenangkan PT Tri Tanerto Simber sebagai kontraktor pelaksana revitalisasi tersebut. Setelah melalui seleksi tender, pagu anggaran yang dihasilkan untuk revitalisasi tersebut senilai Rp3,4 miliar.
Revitalisasi Pasar Rakyat Tanah Baru berjangka 140 hari kalender. Pasar tersebut juga akan menampung 150 pedagang, dengan 126 los dan 14 kios. Sementara, luas lahan Pasar Rakyat Tanah Baru seluas 2.190 meter persegi.
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, revitalisasi ini harus membawa Kota Bogor menjadi lebih maju. Pasar-pasar di Bogor harus maju, berkembang, masyarakatnya sejahtera.
"Dengan cara seperti ini, memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bisa berusaha dan berniaga Seperti membuka pasar ini," ungkap Dedie.
Dedie melanjutkan, revitalisasi Pasar Tanah Baru ini merupakan bukti dari upaya memecahkan kebuntuan yang selama ini terjadi. Meskipun sebenarnya, banyak kesempatan yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan. Pembangunan pasar ini juga dapat menambah distribusi ekonomi di Kota Bogor. Apalagi di enam kecamatan di Kota Bogor belum semua memiliki pasar. Di Bogor Utara saja, hanya ada satu pasar. Yakni di Pasar Tanah Baru yang saat ini sedang dilakukan revitalisasi.
"Kalau kami punya niat baik dan didukung semua pihak, semuanya akan indah pada waktunya. Semoga revitalisasi ini memberikan banyak manfaat bagi masyarakat," tambahnya.
Sedankan, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Bogor Ganjar Gunawan menambahkan proses yang dilewati untuk merealisasikan revitalisasi ini tak mudah. Sejak awal 2020 proyek revitalisasi itu relatif menghadapi banyak lika-liku, hambatan, dan tantangan yang dilewati. Diketahui, bahwa aset pasar rakyat yang ada di Kota Bogor memang sebagian besar masuk ke penyertaan modal di Perumda PPJ.
"Dana dari Kemendag ini merupakan program yang didelegasikan kepada kabupaten/kota. Bantuan tersebut yang kemudian diperjuangkan dan disambut oleh Disperdagin Kota Bogor. Tujuannya semata-mata ingin meningkatkan pemberdayaan mikro ekonomi di Kota Bogor. Yang pada akhirnya menyelesaikan permasalahan pasar rakyat yang selama ini terjadi. Sekaligus mengurangi beban pasar di pusat kota," terangnya.
Ia membeberkan, setelah revitalisasi menuju puncak, perencanaan akan dialihkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Perusahaan Daerah (Perumda) Pasar Pakuan Jaya. Dimana harus ada beberapa alokasi yang disediakan untuk menyempurnakan revitalisasi tersebut.
"Dan setelah jadi nanti, kami akan usahakan percepatan penyerahan dari kementerian ke pemerintah kota. Mudah-mudahan ini adalah pintu masuk bagi kami untuk terus bersinergi dengan kementerian," terang Ganjar.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda PPJ Muzakkir mengaku pihaknya menerima sekitar 500 ajuan untuk berdagang di Pasar Tanah Baru. Pada tahap pertama alokasi pedagang hanya 151 pedagang.
"Namun nanti ada tahap kedua, kami juga sedang proses untuk penyertaan modal dari DPRD yang sesegera mungkin akan kami lanjutan. Bangunan pasar akan disesuaikan dibuat menjadi dua lantai, sekelilingnya juga bisa ditambahkan kios-kios dan los atau counter," pungkasnya. (Rizki Mauludi)
Editor : Doni Ramdhani

