Lima Pasar Kota Bandung Direvitalisasi, Tiga Pasar Bakal Ganti Pengelola

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memprioritaskan revitalisasi lima pasar mulai tahun ini. Tiga pasar juga akan mencari pengelola baru.

Lima Pasar Kota Bandung Direvitalisasi, Tiga Pasar Bakal Ganti Pengelola
Wali Kota Bandung, Farhan menyampaikan rencana revitalisasi lima pasar di Kota Bandung termasuk pergantian pengelola di Pasar Cihapit, Cihaurgeulis dan ITC Kebon Kalapa.

INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memprioritaskan, revitalisasi lima pasar mulai tahun ini. Selain pembenahan fisik, tiga pasar juga akan disiapkan memiliki pengelola baru.

Lima pasar yang masuk prioritas yakni pasar Cihapit, pasar Ciroyom, pasar Cihaurgeulis, ITC Kebon Kalapa dan pasar Baru. Saat ini, penjajakan kerja sama masih dilakukan agar proses revitalisasi bisa berjalan.

Dia mengatakan, sejumlah kesepakatan baru mulai ditemukan dalam pembahasan revitalisasi pasar. Salah satunya pasar Baru yang sudah memiliki investor, tetapi masih menjalani proses negosiasi ulang.

"Tahun ini sudah menemukan kesepakatan-kesepakatan baru yang bisa kita lanjutkan. pasar Baru sudah ada investornya, sekarang kita lagi melakukan negosiasi ulang," kata Farhan, Kamis (10/9/2026).

Sementara itu, revitalisasi pasar Cihaurgeulis akan kembali dilanjutkan setelah sempat mangkrak selama beberapa tahun. Proses ini menjadi bagian dari pembenahan pasar, sekaligus penataan sistem pengelolaannya.

"Revitalisasi yang di Cihaurgeulis dilanjutkan. Kemudian ada beberapa pasar yang memang akan kita cari pengelola barunya," ucapnya.

Tiga pasar yang disiapkan memiliki pengelola baru yakni ITC Kebon Kalapa, pasar Cihapit dan pasar Cihaurgeulis. Pergantian pengelola, diharapkan dapat mendukung pengelolaan pasar agar lebih tertata dan memberi kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung.

"Yang akan dicari pengelola baru itu ITC Kebon Kalapa, Cihapit dan Cihaurgeulis. Itu akan cari pengelola baru," ujar dia.

Dalam revitalisasi pasar, disiapkan beberapa pola kerja sama. Salah satunya build operate transfer atau BOT. Sementara pasar lain, bisa dikelola secara langsung dengan skema yang disesuaikan kebutuhan masing-masing lokasi.

Farhan menilai, kepastian alas hak menjadi hal penting sebelum skema pengelolaan diterapkan. Dari pendataan yang dilakukan, masih ditemukan beberapa pasar yang belum memiliki alas hak.

"Ada yang BOT, ada yang dikelola langsung. Yang paling penting mau itu BOT, mau dikelola langsung, alas hak harus ada. Karena baru sekarang ketahuan ada beberapa yang tidak punya alas hak," ucapnya.

Besaran anggaran revitalisasi lima pasar dipastikan berbeda, karena kondisi dan kebutuhan setiap lokasi tidak sama. Dari perhitungan sementara, pasar Baru menjadi proyek dengan kebutuhan investasi paling besar.

"Kalau sampai hari ini, paling besar tetap pasar Baru Rp800 miliar. Saya juga lagi pusing, lagi berusaha mencari hitungannya. Nanti kemungkinan sih ada revisi," ujar dia.

Farhan menambahkan, revitalisasi lima pasar ini tidak hanya diarahkan pada pembenahan bangunan. Perubahan pengelola di tiga pasar juga menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola, agar aktivitas perdagangan bisa berlangsung lebih nyaman bagi pedagang dan pengunjung.

Foto Yogo : Wali Kota Bandung, Farhan menyampaikan rencana revitalisasi lima pasar di Kota Bandung termasuk pergantian pengelola di pasar Cihapit, Cihaurgeulis dan ITC Kebon Kalapa.


Editor : Ahmad Sayuti