Hasil Ikan Laut Kaltim Tembus 12 Pasar Negara, dari Asia hingga Eropa
DKP Kaltim mencatat produk perikanan lokal telah berhasil menembus 12 pasar ekspor di kawasan Asia, Amerika, hingga Australia dan Eropa
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinas Kelautan dan perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat produk perikanan lokal telah berhasil menembus 12 pasar ekspor di kawasan Asia, Amerika, hingga Australia dan Eropa.
"Keberhasilan menembus pasar mancanegara ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas hasil laut Kaltim mampu bersaing ketat di panggung global," kata Kepala Bidang perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk perikanan DKP Kaltim, Irma Listiawati, di Samarinda seperti dikutip dari Antara, Rabu (29/7/2026).
Sepanjang semester I 2026 (periode Januari–Juni), total volume ekspor komoditas perikanan dari wilayah yang dijuluki Benua Etam ini mencapai 1.446 ton dengan nilai ekonomi menembus Rp261 miliar.
Irma menjelaskan, terdapat lima komoditas laut unggulan yang menjadi primadona ekspor. Udang windu menduduki posisi puncak dengan volume ekspor sebesar 863,9 ton yang menyumbang devisa hingga Rp192,9 miliar.
Selain udang windu, komoditas andalan lainnya adalah udang pink, kerapu segar, bawal putih segar, serta udang putih.
Seluruh komoditas tersebut rutin memenuhi permintaan ke berbagai negara tujuan, meliputi Vietnam, Amerika Serikat, Inggris, Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, Arab Saudi, Hong Kong, Filipina, Malaysia, India, Taiwan, Singapura, hingga Australia.
"Tingginya permintaan ekspor ini sangat membantu menjaga stabilitas ekonomi masyarakat pesisir serta mengangkat taraf hidup nelayan lokal," tambah Irma.
Guna menjaga kepercayaan pasar global, pemerintah memfasilitasi penerbitan 1.072 sertifikat jaminan mutu ekspor selama enam bulan terakhir.
Langkah pengawasan ketat ini dilakukan untuk memastikan kesegaran produk sekaligus menjamin legalitas agar tidak mengalami penolakan di pelabuhan tujuan.
DKP Kaltim berkomitmen untuk terus mempermudah akses pelayanan logistik ekspor guna memperkuat ekosistem usaha perikanan di daerah tersebut.
Editor : Ahmad Sayuti

