Ekonomi Kabupaten Cirebon Tumbuh 6,23 Persen, Tertinggi Keempat di Jawa Barat

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Cirebon mencapai 6,23 persen pada 2025, meningkat dari 5,83 persen dan menjadi tertinggi keempat di Jawa Barat.

Ekonomi Kabupaten Cirebon Tumbuh 6,23 Persen, Tertinggi Keempat di Jawa Barat
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Cirebon mencapai 6,23 persen pada 2025, meningkat dari 5,83 persen dan menjadi tertinggi keempat di Jawa Barat.

INILAHKORAN.ID-Perekonomian Kabupaten Cirebon menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, pertumbuhan Ekonomi daerah mencapai 6,23 persen, meningkat dibandingkan 2024 yang tercatat sebesar 5,83 persen.

Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan aktivitas Ekonomi di Kabupaten Cirebon terus berkembang. Capaian pertumbuhan Ekonomi 2025 juga berada di atas pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat.

“Pada 2025, capaian ini kembali meningkat signifikan, mencapai 6,23 persen,” kata Agus, Sabtu (12/9/2026).

Agus menjelaskan, angka tersebut sejalan dengan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cirebon. BPS mencatat Ekonomi Kabupaten Cirebon pada 2025 tumbuh 6,23 persen, naik dari 5,83 persen pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), nilai perekonomian Kabupaten Cirebon atas dasar harga berlaku pada 2025 mencapai Rp73,96 triliun. Sementara PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp41,88 triliun.

Pertumbuhan Ekonomi Cirebon Tembus Empat Besar Jabar

Agus menyebut pertumbuhan Ekonomi sebesar 6,23 persen menempatkan Kabupaten Cirebon sebagai daerah dengan pertumbuhan Ekonomi tertinggi keempat di Jawa Barat pada 2025.

Angka tersebut juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat yang berada di level 5,32 persen.

Menurut Agus, pergerakan Ekonomi Kabupaten Cirebon ditopang sejumlah sektor potensial, di antaranya Pertanian dan Perikanan. Kabupaten Cirebon memiliki potensi tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan, serta sumber daya Perikanan darat maupun laut.

Selain memperkuat sektor yang sudah berkembang, Pemkab Cirebon melihat posisi daerah dalam Kawasan Rebana sebagai peluang untuk memperluas aktivitas Industri dan Investasi.

“Seperti kita ketahui, Rebana merupakan proyek strategis nasional. Kawasan ini diharapkan mampu menjadi lokomotif pertumbuhan Ekonomi wilayah berbasis Industri, logistik, dan jasa, yang membuka peluang luas bagi Investasi dan kerja sama dengan berbagai pihak,” papar Agus.

Pemkab Cirebon Dorong Investasi dan Lapangan Kerja

Pemerintah daerah juga berupaya menciptakan iklim Investasi yang memberikan kepastian bagi pelaku usaha. Aspek perizinan, tata ruang, hingga keamanan menjadi perhatian agar Investasi yang masuk memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja.

“Kami dari pemerintah daerah sangat terbuka dan siap terus berkolaborasi agar Investasi ini berjalan lancar,” jelasnya.

Salah satu Investasi yang menjadi perhatian Pemkab Cirebon adalah pembangunan pabrik kelima PT Chingluh Group Indonesia di Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang.

Pemerintah daerah menilai Investasi tersebut berpotensi membuka lapangan pekerjaan dalam jumlah besar bagi masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas Industri di Kabupaten Cirebon.

Pertanian dan Perikanan Diperkuat Lewat Kerja Sama Internasional

Selain sektor Industri, Pemkab Cirebon juga mendorong penguatan Pertanian dan Perikanan melalui kerja sama dengan Kota Yangjiang, Guangdong, China.

Agus menyebut Pertanian dan Perikanan memiliki posisi penting dalam struktur perekonomian daerah sehingga perlu terus dikembangkan melalui pertukaran pengetahuan dan teknologi.

“Pertukaran pengetahuan, teknologi, dan pengalaman di bidang Pertanian dan Perikanan akan membawa manfaat nyata bagi kedua belah pihak serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Agus, posisi Kabupaten Cirebon di Kawasan Rebana memberikan ruang bagi daerah untuk mengembangkan basis Ekonomi baru. Kawasan tersebut diharapkan menjadi lokomotif pertumbuhan berbasis Industri, logistik, dan jasa sekaligus membuka peluang Investasi internasional, termasuk kerja sama dengan Kota Yangjiang.

“Dengan pertumbuhan Ekonomi yang meningkat, kami mendorong agar masuknya Investasi dan pengembangan sektor unggulan dapat berjalan beriringan dengan pembukaan kesempatan kerja serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.***


Editor : JakaPermana