Sekolah Rakyat Kabupaten Cirebon Tampung 1.080 Siswa, Prioritas Desil 1 dan 2
Sekolah Rakyat Kabupaten Cirebon diproyeksikan menampung 1.080 siswa dengan prioritas anak dari keluarga desil 1 dan 2 serta miskin ekstrem.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Cirebon diproyeksikan mampu menampung sekitar 1.080 siswa. Program tersebut akan memprioritaskan anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah, termasuk masyarakat yang masuk kategori miskin ekstrem.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Muchyidin, mengatakan calon siswa Sekolah Rakyat akan diprioritaskan berasal dari keluarga yang masuk desil 1 dan desil 2.
Meski demikian, masuk dalam kelompok tersebut tidak serta-merta membuat seorang anak langsung diterima. Pasalnya, jumlah calon penerima diperkirakan jauh lebih banyak dibandingkan kuota yang tersedia sehingga tetap akan dilakukan proses seleksi.
“Kuotanya diperkirakan sekitar 1.080 siswa. Prioritasnya memang masyarakat desil 1 dan 2, termasuk masyarakat yang masuk kategori miskin ekstrem,” kata Muchyidin, Jumat, 4 September 2026.
Data Calon Siswa Disiapkan Dinas Sosial
Menurut Muchyidin, Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Sosial memiliki peran dalam menyiapkan sekaligus mengusulkan data masyarakat yang dinilai memenuhi kriteria sebagai calon penerima manfaat Sekolah Rakyat.
Data tersebut nantinya akan mengikuti tahapan seleksi yang melibatkan pemerintah pusat. Tahapan tersebut diperlukan agar fasilitas pendidikan yang disediakan melalui program Sekolah Rakyat benar-benar diberikan kepada anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.
Muchyidin mengatakan proses penyaringan calon siswa diperkirakan cukup ketat karena jumlah masyarakat yang masuk dalam kriteria penerima lebih besar dibandingkan daya tampung sekolah.
Sebagai gambaran, dari sekitar 100 calon penerima yang terdata dalam satu kecamatan, jumlah tersebut dapat kembali mengerucut menjadi sekitar 20 hingga 30 anak setelah melalui proses seleksi.
“Karena datanya banyak, sementara kuotanya terbatas, tentu akan diseleksi lagi. Setelah itu juga ada verifikasi ke lapangan untuk melihat kondisi calon penerima,” ujarnya.
Calon Siswa Akan Diverifikasi ke Lapangan
Verifikasi lapangan menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penerimaan Sekolah Rakyat Kabupaten Cirebon.
Melalui verifikasi tersebut, pemerintah dapat mencocokkan data administratif dengan kondisi riil keluarga calon siswa. Kondisi ekonomi dan kehidupan keluarga akan menjadi bagian yang diperhatikan untuk memastikan calon penerima benar-benar memenuhi kriteria.
Mekanisme tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya ketidaktepatan sasaran dalam pelaksanaan program.
Terlebih, Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga yang menghadapi keterbatasan ekonomi.
Sekolah Rakyat Mencakup SD hingga SMA
Muchyidin menjelaskan, Sekolah Rakyat di Kabupaten Cirebon nantinya mencakup beberapa jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga SMA.
Pelaksanaan program akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Sekolah Rakyat di Kabupaten Cirebon nantinya akan mencakup jenjang pendidikan SD, SMP hingga SMA. Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap mengikuti tahapan yang ditetapkan pemerintah,” jelasnya.
Ia berharap keberadaan Sekolah Rakyat tidak hanya menambah fasilitas pendidikan di Kabupaten Cirebon.
Lebih dari itu, program tersebut diharapkan menjadi jalan bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk mendapatkan pendidikan yang layak sekaligus memiliki kesempatan memperbaiki masa depan.
“Sekolah Rakyat diharapkan membuka akses pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga miskin agar mereka memiliki kesempatan memperbaiki masa depan,” pungkasnya.***
Editor : JakaPermana

