Sekolah Rakyat di Ciwidey Mulai Dibangun Oktober 2026 Bisa Tampung 2.000 Anak
Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Ciwidey, Kabupaten Bandung dipastikan mulai dikerjakan pada Oktober 2026.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Ciwidey, Kabupaten Bandung dipastikan mulai dikerjakan pada Oktober 2026.
Sekolah berasrama yang menjadi bagian dari program strategis nasional itu diproyeksikan mampu menampung hingga 2.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA yang berasal dari keluarga miskin ekstrem.
"Alhamdulillah, Sekolah Rakyat di Ciwidey sudah kami rintis sejak dua tahun lalu. Lahan seluas 7,6 hektare sudah kami siapkan, dan insyaallah pembangunan gedung permanennya akan dimulai Kementerian Pekerjaan Umum pada Oktober 2026," ujar Dadang, Rabu (30/7/2026).
Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus menjadi instrumen memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Seluruh peserta didik nantinya akan tinggal di asrama dan menjalani sistem pendidikan selama 24 jam. Selain memperoleh pendidikan formal, para siswa juga akan mendapatkan pembinaan karakter, kedisiplinan, serta penguatan nilai-nilai kehidupan.
"Sekolah ini tidak hanya mendidik anak-anak secara akademik, tetapi juga membentuk karakter mereka. Harapannya, lulusan Sekolah Rakyat menjadi agen perubahan bagi keluarganya dan masyarakat," katanya.
Dadang menjelaskan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Bandung. Pemkab bertugas menyiapkan lahan, sedangkan pembangunan gedung permanen dilaksanakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum.
Kompleks Sekolah Rakyat akan dibangun di atas lahan seluas 7,6 hektare di Desa Lebakmuncang. Selain ruang kelas, kawasan pendidikan tersebut akan dilengkapi asrama, sarana olahraga, tempat ibadah, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya untuk mendukung sistem pendidikan berasrama.
Kementerian Sosial bersama Kementerian Pekerjaan Umum mengalokasikan anggaran sekitar Rp200 miliar untuk merealisasikan pembangunan tersebut.
Dadang menilai, kehadiran Sekolah Rakyat bukan sekadar menghadirkan fasilitas pendidikan baru, melainkan investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.
"Melalui pendidikan yang berkualitas, kita berharap anak-anak dari keluarga miskin memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. Ini menjadi langkah nyata dalam mempercepat pengentasan kemiskinan di Kabupaten Bandung," katanya.
Editor : Doni Ramdhani

