Mitos Alkohol Baik untuk Jantung Terbantahkan, WHO Ingatkan Risiko Kanker

Anggapan bahwa konsumsi alkohol dalam jumlah terbatas dapat memberikan manfaat bagi kesehatan jantung kini dipatahkan oleh berbagai penelitian terbaru.

Mitos Alkohol Baik untuk Jantung Terbantahkan, WHO Ingatkan Risiko Kanker
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID-Anggapan bahwa konsumsi alkohol dalam jumlah terbatas dapat memberikan manfaat bagi kesehatan jantung kini dipatahkan oleh berbagai penelitian terbaru.

Sejumlah studi ilmiah menunjukkan tidak ada batas konsumsi alkohol yang benar-benar aman, sehingga para ahli kesehatan masyarakat mengimbau masyarakat untuk mengurangi bahkan menghentikan konsumsi alkohol demi menjaga kesehatan secara menyeluruh.

Alkohol Tingkatkan Risiko Berbagai Jenis Kanker

Temuan terbaru menunjukkan konsumsi alkohol berkaitan dengan meningkatnya risiko berbagai jenis kanker, seperti kanker usus besar, hati, payudara, mulut, hingga tenggorokan.

Saat masuk ke dalam tubuh, alkohol akan diuraikan menjadi asetaldehida, senyawa beracun yang dapat merusak DNA sel dan mengganggu kemampuan tubuh memperbaiki kerusakan sel. Kondisi tersebut berpotensi memicu pertumbuhan sel kanker.

Di Amerika Serikat, konsumsi alkohol diperkirakan berkontribusi terhadap sekitar 100.000 kasus kanker dan 20.000 kematian setiap tahun.

Batas Konsumsi yang Pernah Direkomendasikan

Selama bertahun-tahun, sejumlah panduan gizi menyarankan batas konsumsi alkohol maksimal:

Pria: maksimal dua porsi per hari.
Wanita: maksimal satu porsi per hari.

Satu porsi setara dengan:

350 ml bir.
150 ml wine.
Satu takaran kecil minuman beralkohol tinggi.

Namun, perkembangan bukti ilmiah terbaru menunjukkan bahwa meskipun dalam jumlah kecil, konsumsi alkohol tetap memiliki risiko kesehatan.

Klaim Baik untuk Jantung Ternyata Tidak Akurat

Para peneliti menjelaskan bahwa anggapan alkohol bermanfaat bagi jantung berasal dari penelitian lama yang memiliki berbagai keterbatasan metodologi.

Sejumlah studi terdahulu tidak memperhitungkan faktor-faktor penting seperti tingkat pendidikan, pendapatan, akses terhadap layanan kesehatan, hingga gaya hidup responden.

Selain itu, penelitian sebelumnya juga lebih banyak melibatkan kelompok usia lanjut sehingga kurang menggambarkan dampak alkohol pada populasi yang lebih muda. Padahal hampir separuh kematian akibat konsumsi alkohol terjadi pada individu berusia di bawah 50 tahun.

Setelah berbagai faktor tersebut diperhitungkan dalam penelitian terbaru, manfaat alkohol terhadap kesehatan jantung tidak lagi terbukti secara ilmiah.

WHO: Alkohol Berkaitan dengan Lebih dari 200 Penyakit

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terus mendorong berbagai negara untuk memperketat kebijakan terkait konsumsi alkohol.

Sejumlah negara seperti Inggris, Prancis, Denmark, Belanda, Australia, hingga Irlandia telah memperbarui kebijakan mereka. Bahkan Irlandia mewajibkan pencantuman peringatan risiko kanker pada kemasan minuman beralkohol.

Menurut penasihat WHO kawasan Eropa, Carina Ferreira-Borges, konsumsi alkohol kini diketahui berkaitan dengan lebih dari 200 gangguan kesehatan, mulai dari penyakit kardiovaskular, kanker, gangguan hati, hingga meningkatnya risiko cedera.

Temuan-temuan tersebut memperkuat pesan bahwa menjaga kesehatan tidak bergantung pada konsumsi alkohol dalam jumlah tertentu. Mengurangi atau menghindari alkohol menjadi salah satu langkah penting untuk menurunkan risiko penyakit kronis dan meningkatkan kualitas hidup dalam jangka panjang.***


Editor : JakaPermana