INILAH, Paris- Manchester United menatap 'misi mustahil' di markas Paris Saint-Germain. Mengusung semangat 1999, mampukah mereka comeback?
Sulit rasanya menjagokan tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer melaju ke perempatfinal. Di Parc des Princess, Rabu (6/3) dini hari WIB, mereka harus menang dengan selisih tiga gol. "Kami belum habis," tegas Solskjaer.
Ya, Man United harus dihukum kesalahan-kesalahan sendiri ketika menjamu PSG di Old Trafford, dua pekan lalu. Ketika itu mereka takluk 0-2.
Mengalahkan PSG dengan selisih 3-0 bak mimpi di siang bolong. Apalagi, jika melihat hebatnya rekor kandang Kylian Mbappe dan kawan-kawan. Mereka hanya sekali kalah dalam 16 laga kandang terakhir di ajang Liga Champions.
Tapi tetap saja Solskjaer enggan hilang asa. Dia terinspirasi perjuangan heroik Man United di musim 1998/199, atau ketika mereka jadi jawara.
Solskjaer yang ketika itu masih jadi penggawa Man United di bawah besutan Sir Alex Ferguson, bercerita tentang kesuksesan timnya melangkah ke final dengan menyingkirkan Juventus.
Pada laga di markas Juve, the Red Devils melengkapi comebacknya lewat kemenangan 3-2 usai sempat tertinggal dua gol.
"Saat itu skor 1-1 di kandang sendiri dan mereka (Juventus -red) mencetak gol untuk unggul 2-0 dalam 10 menit, dan tak ayal Anda pun berpikir Anda tersingkir," ungkapnya.
"Tapi setelah mencetak gol tandang, kami menanjak dan kemudian kami bisa menyamakan skor menjadi 2-2. Kami kemudian lolos dan mereka panik. Ya begitulah."
Persoalannya, kini Man United tak hanya sekadar harus menghadapi mumpuninya kualitas lawan. Mereka juga tampil sangat pincang. Ada 10 penggawa inti Setan Merah yang tak bisa turun di laga ini.
Tak ada Jesse Lingard, Anthony Martial serta Alexis Sanchez di lini depan. Mereka semua dibekap cedera. Parahnya, dua gelandang jangkar Ander Herrera serta Paul Pogba juga KO. Jadilah, Solskjaer mengandalkan pemain-pemain pelapis untuk meladeni PSG.
"Kami harus berusaha keras. Kami punya tantangan besar. Kami punya para pemain berkualitas. Kita lihat saja sebarapa banyak pemain yang kami punya. Itu mungkin hal terbesarnya," pungkas Solskjaer.
Mimpi Buruk
Pelatih Paris Saint-Germain, Thomas Tuchel tetap mewaspadai kebangkitan Man United meski datang ke Paris dengan kondisi tim pincang. Tuchel enggan, tragedi edisi 2017/18 terulang lagi.
Ketika itu, PSG meladeni Barcelona di perempat final dan mampu menang 5-0 dalam leg pertama di kandang sendiri. Tapi ketika giliran melawat ke Camp Nou, mereka takluk 6-1 dan dipastikan tersingkir.
H
“Semuanya berjalan dengan baik dan kami percaya diri, tapi ini sudah separuh jalan menuju gelar juara. Banyak orang mengatakan untuk mengingat kekalahan dari Barcelona,” kata Tuchel kepada Mirror.
Tuchel meyakini Man United tetap kuat meski tanpa para pemain andalan termasuk Paul Pogba. Dia enggan, skuatnya terlalu percaya diri.
"Yang lain mengatakan bahwa tak adanya Paul Pogba karena hukuman kartu merah akan menguntungkan kami. Saya harus menemukan jalan tengah di antara dua pandangan ini. Kami tidak bisa bermain dengan rasa takut atau dengan terlalu pede,” ujarnya.
HEAD TO HEAD
12/02/19: Man United 0-2 PSG
30/07/15: Man United 0-2 PSG
LIMA LAGA TERAKHIR PSG
02/03/19: Caen 1-2 PSG
26/02/19: PSG 3-0 Dijon
23/02/19: PSG 3-0 Nimes
20/02/19: PSG 5-1 Montpellier
17/02/19: Saint-Etienne 0-1 PSG
LIMA LAGA TERAKHIR MAN UNITED
02/03/19: Man United 3-2 Southampton
27/02/19: Crystal Palace 1-3 Man United
24/02/19: Man United 0-0 Liverpool
18/02/19: Chelsea 0-2 Man United
12/02/19: Man United 0-2 PSG
PRAKIRAAN PEMAIN
Paris Saint-Germain
Buffon (GK) Bernat, Kimpembe, Silva, Kehrer (B) Marquinhos, Verratti (cdm) Maria, Draxler, Nkunku (T) Mbappe (D)
Pelatih: Thomas Tuchel
Manchester United (4-2-3-1)
De Gea (GK) Young, Smalling, Lindelof, Shaw (B) McTominay, Fred (cdm) Dalot, Pereira, Rashford (T) Lukaku (D)
Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer