PT Alam Sutera Derita Laba Turun Jadi Rp199,8 M

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) mengalami penurunan laba bersih per 30 September 2019 menjadi Rp199,88 miliar dari periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp638,99 miliar.. Atau mengalami penurunan hingga 68,7 persen.

PT Alam Sutera Derita Laba Turun Jadi Rp199,8 M
istimewa

INILAH, Jakarta - PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) mengalami penurunan laba bersih per 30 September 2019 menjadi Rp199,88 miliar dari periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp638,99 miliar.. Atau mengalami penurunan hingga 68,7 persen.

Hal ini seiring dengan pendapatan yang turun menjadi Rp1,96 triliun dari Rp3,20 triliun. Sedangkan laba bruto turun menjadi Rp1,11 triliun dari Rp2,02 triliun. Untuk periode ini, laba sebelum pajak tercatat turun menjadi Rp259,85 miliar dari Rp688,59 miliar tahun sebelumnya.

Sementara total aset perseroan mencapai Rp21,81 triliun dari Rp20,89 triliun hingga periode 31 Desember 2018. Seperti mengutip dari keterbukaan informasi di BEI, Jumat (1/11/2019).

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) didirikan dengan nama PT Adhihutama Manunggal tanggal 3 November 1993 dan mulai melakukan kegiatan operasional dengan pembelian tanah dalam tahun 1999.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Alam Sutera Realty Tbk, yaitu: PT Tangerang Fajar Industrial Estate (pengendali) (25,21%) dan PT Manunggal Prime Development (pengendali) (18,68%). Adapun pengendali utama Alam Sutera Realty Tbk adalah keluarga Tuan The Ning King. Saham publik sebesar 8,6%.

Kegiatan usaha ASRI dalam bidang pembangunan dan pengelolaan perumahanperumahan, kawasan komersial, kawasan industri, dan pengelolaan pusat perbelanjaan, pusat rekreasi serta perhotelan (pengembangan kawasan terpadu). Saat ini proyek real estat utama yang dimiliki oleh ASRI dan anak usahanya, adalah: berlokasi di Tanggerang (proyek Kota Mandiri Alam Sutera di Serpong; Kota Mandiri Suvarna Sutera di Pasar Kemis dan Kota Ayodhya di pusat kota), Jakarta (proyek gedung perkantoran The Tower dan Wisma Argo Manunggal) dan Bali (Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana).

Pada tanggal 7 Desember 2007, ASRI memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham ASRI (IPO) kepada masyarakat sebanyak 3.142.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham dan harga penawaran sebesar Rp105 per saham. Pada tanggal 18 Desember 2007, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.

Saham ASRI pada penutupan sesi I di Rp266 per saham dari pembukaan di Rp276 per saham. (inilah.com)


Editor : JakaPermana