PT Dirgantara Indonesia Tawarkan N219 MSA sebagai  Solusi Pengawasan Maritim 

PT Dirgantara Indonesia kembali berpartisipasi dalam pameran bergengsi Singapore Airshow 2026 pada 3-8 Februari 2026 di Changi Exhibition Centre, Singapura. 

PT Dirgantara Indonesia Tawarkan N219 MSA sebagai  Solusi Pengawasan Maritim 
Pada event tersebut, PT Dirgantara Indonesia menampilkan pesawat N219 dengan konfigurasi maritime surveillance aircraft (MSA) sebagai solusi pengawasan maritim yang adaptif terhadap beragam kebutuhan operasional dan karakteristik wilayah perairan. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - PT Dirgantara Indonesia kembali berpartisipasi dalam pameran bergengsi Singapore Airshow 2026 pada 3-8 Februari 2026 di Changi Exhibition Centre, Singapura. 

Pada event tersebut, PT Dirgantara Indonesia menampilkan pesawat N219 dengan konfigurasi maritime surveillance aircraft (MSA) sebagai solusi pengawasan maritim yang adaptif terhadap beragam kebutuhan operasional dan karakteristik wilayah perairan. 

Manager Komunikasi Perusahaan & Hubungan Kelembagaan PT Dirgantara Indonesia Adi Prastowo mengatakan, dalam konfigurasi tersebut N219 MSA dirancang untuk meningkatkan kapabilitas pengumpulan data dan pemantauan aktivitas maritim.

Pemantauan itu dilakukan melalui pemanfaatan berbagai sensor dan sistem misi. Antara lain maritime surveillance radar ultra-light dengan jangkauan hingga 160 nautical miles, kemampuan track while ccan (TWS) dengan kapasitas pemantauan lebih dari 200 target, serta Electro Optical/Infrared (EO/IR), Automatic Identification System (AIS), hand held camera, dan tactical datalink. Seluruh sistem tersebut akan terintegrasi melalui mission consoles dan mission computer. 

Dari sisi performa, N219 MSA dirancang memiliki radius of action hingga 200 nautical miles, endurance di area operasi lebih dari 2 jam, serta total waktu misi lebih dari 5,5 jam, sehingga mampu mendukung patroli dan pengawasan wilayah perairan, termasuk misi search and rescue (SAR). 

"Pengembangan konfigurasi N219 MSA ini dilaksanakan melalui kolaborasi PT Dirgantara Indoneisa dengan Scytalys yang berperan sebagai mitra dalam pengembangan dan integrasi pada pesawat N219 MSA," kata Adi, Rabu 4 Februari 2026.

Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam memperluas peran dan kontribusi di ekosistem industri kedirgantaraan dan pertahanan global, partisipasi PT Dirgantara Indonesia dalam Singapore Airshow 2026 menjadi momentum strategis untuk menunjukkan kapabilitas Perusahaan dalam mengembangkan dan mengintegrasikan platform kedirgantaraan berteknologi tinggi yang adaptif terhadap kebutuhan pengguna. 

Selain itu, PT Dirgantara Indonesia menampilkan pesawat CN235-220M ASW sebagai platform patroli maritim modern yang dirancang untuk memperkuat maritime domain awareness (MDA) dan kapabilitas pertahanan laut. 

Pesawat itu juga dibekali mission integration and management system (MIMS) airborne dari Syctalys yang melakukan integrasi dan pengelolaan berbagai sensor secara terpadu guna mendukung operasi pengawasan, deteksi, identifikasi, dan klasifikasi target di wilayah perairan.


Editor : Doni Ramdhani