INILAH, Bandung-Proyek Tol North-South (NS) Link yang menghubungkan Pasir Koja-Bandung Intra Urban Tol Road (BIUTR) sedang menunggu pengasahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jawa Barat untuk segera dilakukan Groundbreaking.
Direktur PT Jasa Sarana Dyah Wahyusari menyampaikan, proyek tol tersebut telah masuk dalam tata ruang Kota Bandung dan revisi RTRW Jawa Barat.
“Kami sekarang menunggu pengesahan revisi RTRW Jabar, setelah DPRD Jabar selesai reses, itu disetujui, kami bisa langsung groundbreaking,” katanya pada wartawan di Bandung, belum lama ini.
Dyah katakan, tol yang diprakarsai oleh PT Citra Marga Lintas Jabar (CMLJ) ini merupakan konsorsium dari PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk , PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Dan PT Jasa Sarana akan mengawali groundbreaking di lahan dekat tol Pasir Koja.
“Ini untuk seksi pertama Pasirkoja-Leuwipanjang sejauh 7,4 kilometer, tol ini juga sekaligus memastikan komitmen Jasa Sarana mempertahankan kepemilikan saham di CMLJ,” ujarnya.
Menurut dia, groundbreking bisa dipercepat andaikata pengesahan RTRW provinsi Jabar juga segera bisa disahkan. Hal tersebut bisa dipastikan, sebab CMLJ sudah melakukan persiapan yang matang.
"Kita sudah siapin, bisa langsung jalan. Kita mulai di tanah milik Jasa Marga di Pasir Koja," katanya.
Jasa Sarana menaksir biaya konstruksi untuk seksi I Pasir Koja-Leuwi Panjang mencapai Rp1,5 triliun, di mana menggunakan teknologi elevated atau tol layang di lahan milik Pemprov. Dia sampaikan, pihaknya tidak banyak mengalokasikan anggaran untuk pembebasan lahan.
Saat ini, pihaknya masih menghitung investasi di sisi kontruksi karena CMLJ tengah memperhitungkan perubahan trase hingga ke Cicaheum.
“Masih kami hitung, kami masih coba kaji seperti apa, hasilnya sambil jalan sambil nunggu RTRW. Sekaligus kami mengkaji usulan rutenya berubah,” paparnya.
NS Link yang direncanakan dari Pasir Koja-Supratman tersebut, dia sampaikan, ada harapan dari beberapa pihak untuk pindah trase ke Cicaheum. Terkait persoalan tol itu dikhawatirkan akan cagar budaya dan daerah hijau. Menurutnya dalam desain NS Link pihaknya tetap berupaya dua hal tersebut tidak terganggu.
“Kami juga memikirkan bagaimana agar daerah itu tetap indah, mereka takutnya merusak lingkungan,” katanya.
Pembangunan NS Link diharpakan dapat mengakomodir permasalahan kemacetan yang terjadi pada Kawasanstrategis di Kota Bandung. Selain itu, juga membantu menyeimbangkan beban transportasi dan meningkatkan aksestabilitas dari wilayah selatan ke pusat Kota Bandung.
“Konsep pembangunan NS Link berkomitmen menjaga dan mengakomodir cagar budaya dan daerah hijau di kota Bandung, dengan tentu menaati peraturan yang berlaku serta terbuka terhadap saran dan masukan dari seluruh pemangku kepentingan,” paparnya.
Sebelumnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil juga memastikan akan melanjutkan proyek tol NS Link tersebut. Mengingat bagian dari rencana induk kelancaran lalu lintas Metropolitan Bandung Raya.
"Jadi kelancaran kota metropolitan itu terbagi dua, memperbanyak jalur baru juga memperbanyak utamanya transportasi publik," ujarnya.
Menurutnya karena tol ini dibangun dilahan Pemprov maka pihaknya akan memerintahkan PTJasa Sarana ikut terlibat meski dana swasta yang akan dikucurkan.
"Itu lahan Pemprov, hanya lokasinya di Bandung, maka Jasa Sarana yang akan mengerjakan," tuturnya.