PT. JBL Bakal Dipansuskan DPRD Jawa Barat

Selain PT. Jasa Wisata (Jaswita), Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat Ricky Kurniawan juga akan mengusulkan agar Direksi PT. Jabar Bersih Lestari (JBL) dievaluasi.

PT. JBL  Bakal Dipansuskan DPRD Jawa Barat
TPPAS Lulut Nambo, Kabupaten Bogor by Reza Zurifwan

INILAHKORAN, Bogor - Selain PT. Jasa Wisata (Jaswita), Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat Ricky Kurniawan juga akan mengusulkan agar Direksi PT. Jabar Bersih Lestari (JBL) dievaluasi.

Hal itu karena baik Tempat Pengelolaan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut-Nambo, Kabupaten Bogor dan TPPAS Legok Nangka, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut tidak juga beroperasi sejak direncanakan pada beberapa tahun lalu.

"Saya akan usulkan, agar Direksi PT. JBL dievaluasi karena target beroperasinya TPPAS Lulut Nambo dan TPPAS Legok Nangka tidak juga tercapai hingga saat ini," tegas Ricky Kurniawan kepada wartawan, Rabu, 12 Februari 2025.

Ricky Kurniawan menambahkan bahwa investor di kedua TPPAS tersebut juga berganti-ganti hingga menjadi sorotan para wakil rakyat.

"Padahal Tahun 2017 TPPAS Lulut - Nambo mau dibuka atau operasional, lalu kita suntik penyertaan modal hingga Rp 130 miliar. Setelah itu ada gonta-ganti investor dan teknologi, hingga saya melihat tidak ada perencanaan yang matang terutama pada pembangunan TPPAS Lulut - Nambo," tambah politisi Partai Gerindra dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Bogor.

Ia menjelaskan, baik PT. Jaswita maupun PT. JBL bakal dibahas di panitia khusus (Pansus) DPRD Jawa Barat, terkait evaluasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Jawa Barat.

Informasi yang dihimpun Inilah Koran, TPPAS Lulut Nambo yang berada di Kecamatan Citeureup dan Kecamatan Klapanunggal belum beroperasi penuh dan hanya pernah melakukan uji coba dengan kapasitas sampah sebanyak 50 ton perhari.

Target Pemprov Jawa Barat, TPPAS Lulut Nambo bisa mengelola dan memproses sebanyak 2.300 ton perhari. Hal itu karena TPPAS Lulut Nambo bakal menampung sampah dari Kota Depok, Kota Tanggerang Selatan, Kota dan Kabupaten Bogor. (Reza Zurifwan)


Editor : Ahmad Sayuti