PT Pos Indonesia Berpotensi Besar dalam Revolusi Industri 4.0
Bagi PT Pos Indonesia, era digital dan Revolusi Industri 4.0 sekarang ini justru menjadi peluang yang besar untuk mengembangkan bisnis.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Bagi PT Pos Indonesia, era digital dan Revolusi Industri 4.0 sekarang ini justru menjadi peluang yang besar untuk mengembangkan bisnis.
“Itu emas, sesuatu yang harus dilakukan. Kalau kita tidak mengikuti itu, kita akan dianggap tidak relevan, dianggap zaman batu. Kalau sekarang, penerima atau buyer harus tahu barang sudah sampai mana secara real time,” kata Dirut PT Pos Indonesia Gilarsi Wahyu Setijono belum lama ini.
Menurut dia, jika telah masuk ke level demand seperti saat ini, terlebih kelas premium, jelas sangat dibutuhkan Internet of Think (IoT) 4.0 dan Internet of People (IoP).
Karena dengan IoT 4.0, semua informasi mengenai track and trace dapat terlihat secara real time. “Ke depan yang sedang kita incar, individual parcel itu bisa melaporkan dirinya sendiri. Kendaraannya ada GPS trackernya, semua bisa real time termasuk posisi gudangnya di mana,” ucapnya.
Hal inilah yang sekarang ini tengah diupayakan PT Pos Indonesia, paling tidak, uji coba akan terlaksana pada April 2020 dengan sasaran tujuh wilayah besar di Pulau Jawa.
Diantaranya adalah Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya dan Malang. “Kita berharap semua pelacakannya bisa real time, tidak dilakukan scanning secara manual,” ujar dia.
Di lain sisi, berbagai fitur pelayanan seperti contact center oranger, magenpos, agenpos B2B kurir dan lainnya dihadirkan untuk memberikan pengalaman pengguna lebih baik.
Dengan hadirnya berbagai produk layanan PT Pos Indonesia tersebut, dikatakan Gilarsi, pelanggan tak lagi harus melakukan panggilan telepon atau mendatangi kantor pos dalam hal pengaduan.
“Kalau kita mau komplain masa harus menelepon atau datang ke kantor pos, itu akan menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan. Kita akan mengubah infrastukturnya, apakah dengan menggunakan live chat, atau live person,” ucapnya.
Pada prinsipnya ditambahkan dia, PT Pos Indonesia akan mempermudah pengguna pada saat mereka memiliki penyataan atau komplain yang bisa terfasilitasi dengan baik dan cepat.
“Juga soal revolusi industri 4.0, kita sedang melakukan uji coba dengan robot untuk chatting, tapi belum memiliki suara. Kita sebentar lagi bereksperimen berbasis suara sampai kepada orang. Tapi memang kita butuh kecepatan untuk merealisasikan ini, hanya saja kecepatan kita bisa mengeksekusi sangat lambat,” tandas dia. (Yogo Triastopo)
Editor : JakaPermana

