Puji Rose BLACKPINK Atas Penampilan Piano 'Secret', Jay Chou Malah Dikritik Netizen
Jay Chou dikritik netizen disebut penghianat setelah memberi pujian pada permainan piano Rose BLACKPINK.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Baru-baru ini Rose BLACKPINK memamerkan kemampuannya bermain Piano dapam unggahan terbaru.
Namun postingan Rose BLACKPINK itu malah menimbulkan kontroversi bagi selebriti lain yang memuji sang idola.
Kontroversi bermula ketika Rose BLACKPINK membagikan video pendek dirinya memainkan Piano dari 'Secret' (2007), sebuah film fantasi romantis Taiwan yang disutradarai dan dibintangi oleh Jay Chou sendiri.
Sebagai tanggapan, Jay Chou membagikan video tersebut dan menambahkan komentar dalam bahasa Mandarin untuk Rose BLACKPINK, "Terima kasih telah membawakan karyaku."
Meskipun beberapa penggemar menghargai gestur hormat tersebut, yang lain, terutama di komunitas online berbahasa Mandarin tidak begitu senang.
Kritikus menyebut antusiasme Jay Chou berlebihan dan "menyanjung" artis Korea yang tidak menanggapi komentarnya.
Banyak yang mempertanyakan mengapa seorang tokoh senior di Mandopop tampak terlalu terkesan dengan penampilan karya ikonisnya sendiri.
"Jay Chou seharusnya menjadi pelopor melawan gelombang Hallyu. Apa yang terjadi dengan kebanggaan budayanya?" tulis seorang netizen.
Yang lain menyoroti ironi reaksi Jay Chou, mengingat bagaimana 'Secret' pernah menikmati popularitas luar biasa di Korea Selatan, dengan lebih dari 800.000 penonton bioskop bukti, menurut mereka, bahwa dia tidak membutuhkan validasi seperti itu dari seorang bintang K-Pop.
Menyulut api kemarahan, beberapa pengguna kembali mengangkat komentar Jay Chou tahun 2012 yang memperingatkan tentang meningkatnya pengaruh K-Pop di Tiongkok.
Di puncak popularitas 'Gangnam Style' di seluruh dunia, Jay Chou dilaporkan berkomentar, "Saya menganggap 'Gangnam Style' lucu, tetapi musik Tiongkok lebih mendalam."
Jay Chou juga mendorong seniman lokal untuk bersatu dan melawan gelombang budaya K-Pop tersebut.
Kini, lebih dari satu dekade kemudian, para kritikus melihat pujiannya terhadap Rose BLACKPINN dan keakrabannya yang nyata dengan G-Dragon yang kerap dia bagikan foto dan sesi musik dengannya sebagai perubahan pendirian, bahkan pengkhianatan.
Pada bulan Juli lalu, Jay Chou bahkan mengirimkan karangan bunga ucapan selamat untuk konser G-Dragon di Taiwan, yang semakin memicu rumor kolaborasi mendatang antara kedua superstar tersebut.
Meskipun belum ada konfirmasi resmi, sikap diamnya dalam menghadapi spekulasi ini tidak luput dari perhatian.
Netizen juga mengingat kembali kejadian lain di mana Jay Chou membanggakan undangan spesialnya ke konser Taylor Swift.
Para penggemar kemudian menemukan bahwa tiketnya standar, dibeli seperti tiket orang lain, sehingga menimbulkan pertanyaan apakah dia cenderung melebih-lebihkan koneksi globalnya.
Meskipun ada kontroversi, Jay Chou tetap menjadi sosok ikonik. Di usianya yang ke-46, dia telah menjual lebih dari 30 juta album (per 2017) dan merupakan artis ketiga yang paling banyak diunduh secara global pada tahun 2010.
Filmografinya mencakup judul-judul seperti Curse of the Golden Flower dan True Legend, yang semakin mengukuhkan warisan budayanya.***
Editor : Irma Nurfajri

