PUTR KBB Terjunkan Tim Sanitasi Air Bersih dan Rencana Relokasi untuk Korban Longsor

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung Barat (KBB) tengah fokus menangani kebutuhan dasar korban longsor

PUTR KBB Terjunkan Tim Sanitasi Air Bersih dan Rencana Relokasi untuk Korban Longsor
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung Barat (KBB) tengah fokus menangani kebutuhan dasar korban longsor Cisarua./INILAHKORAN-Adam Husein

INILAHKORAN.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung Barat (KBB) tengah fokus menangani kebutuhan dasar korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. 

Plt Kepala Dinas PUTR KBB, Aan Sopian mengungkapkan bahwa tanggap darurat telah digenjot sejak beberapa hari terakhir, dengan prioritas utama pada penyediaan air bersih dan persiapan relokasi warga terdampak.
 
Sebanyak tiga tim dari Bidang Sanitasi PUTR KBB turun ke lapangan untuk menginventarisir kebutuhan air minum. Sebab ada beberapa RW di kawasan terdampak mengalami kekurangan pasokan air akibat sebagian sumber mata air utama tertutup longsor.
 
"Rencananya ada tiga titik untuk pengeboran ulang, salah satunya di RW 11," kata Aan, saat ditemui, Selasa 27 Januari 2026.

Sementara itu, ungkap Aan, sebagian jaringan pipa yang masih utuh dapat dimanfaatkan, dan sambungan yang terputus akan segera dinormalisasi. Sebelumnya, PUTR telah memenuhi permintaan sementara berupa toren dan beberapa pipa sesuai arahan Sekretaris Daerah dan Kepala BPBD KBB.
 
"Selain air bersih, ketersediaan MCK portabel yang awalnya belum memadai kini mulai ditingkatkan. Ada satu unit dari BPBD Provinsi dan dua unit dari Partai Demokrat yang telah diberikan," ungkapnya.
 
Untuk penanganan fisik lokasi longsor, PUTR telah koordinasi dengan Kementerian PUPR dan BBWS, serta menyediakan dua unit alat berat (satu ekskavator kecil dan satu besar) yang siap standby di garasi. 

"Alat besar kemungkinan tidak bisa masuk karena akses terbatas, jadi yang kecil yang akan digunakan jika dibutuhkan. Saat ini, beberapa alat berat dari TNI juga telah berada di lokasi," sebutnya.
 
Dikatakan Aan, langkah tanggap darurat merupakan bagian dari program jangka pendek, mengingat pemerintah tengah menyusun rencana relokasi warga terdampak.

Ia menambahkan bahwa pembangunan rumah telah siap, namun masih dalam tahap penyiapan lahan.
 
"Relokasi akan tetap berada di kawasan Desa Pasirlangu. Saat ini kita sedang mengumpulkan data dan melihat potensi lahan seluas sekitar 7 hektar yang sebagian berupa tanah carik dan lahan pertanian," tandasnya.***


Editor : JakaPermana