Haru di TPU Cisarua saat Idulfitri, Keluarga Ziarahi Empat Korban Longsor

Suasana haru di TPU Cisarua saat keluarga ziarahi empat korban longsor Pasirlangu di momen Idulfitri

Haru di TPU Cisarua saat Idulfitri, Keluarga Ziarahi Empat Korban Longsor
Keluarga korban longsor Desa Pasirlangu bertakziah pada momen lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. (InilahKoran/Agus Satia Negara)

INILAHKORAN.ID - Suasana haru menyelimuti kawasan TPU Tanah Mati di Kampung Barunyatuh, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada momen perayaan Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, Sabtu (21/3/2026). 

Empat makam berdekatan menjadi saksi bisu akan kehilangan yang mendalam bagi keluarga korban bencana longsor Desa Pasirlangu pada 24 Januari 2026 dini hari.
 
Bukan sekadar ziarah tahunan, kunjungan kali ini seolah membawa beban emosi yang tak terkira. Empat nisan berdampingan bukan milik orang asing, melainkan anggota satu keluarga besar yang pergi sekaligus dalam bencana yang melanda beberapa waktu lalu.
 
Eha (41), warga Pasirkuda salah satu keluarga korban, tidak bisa menyembunyikan getaran suara saat menceritakan siapa yang tergugat dalam tragedi tersebut. "Itu kakak saya Imas, suaminya Dadang, dan kedua anak mereka, Titin serta Andri," kata Eha.
 
Bagi Eha, nama-nama tersebut bukan sekadar anggota keluarga, melainkan bagian penting yang menghiasi setiap momen perayaan Lebaran tahun lalu. 

Sejak kedua orang tuanya wafat, almarhumah Imas telah mengambil peran sebagai sosok pengganti orang tua yang selalu ada di setiap langkah hidupnya.
 
"Sebelumnya, Lebaran selalu penuh dengan tawa dan kehangatan. Kami berkumpul, makan bersama, bahkan sering bercanda hingga larut malam," katanya.

"Kakak saya selalu yang paling ramai menyambut tamu dan memastikan semua orang merasa nyaman," ujarnya.
 
Tapi tahun ini, meja makan yang biasanya penuh sesak kini terasa luas dan sepi. Suasana yang seharusnya dipenuhi dengan ucapan "mohon maaf lahir dan batin" serta hidangan khas Lebaran, justru terasa berat dengan kesedihan yang mendalam.
 
"Kita memang masih merayakan Lebaran seperti biasa, tapi rasanya tidak sama lagi. Seolah ada bagian penting yang hilang dan tak bisa digantikan," ucapnya.
 
Di tengah kesedihan yang tak terlukiskan dengan kata-kata, Eha dan keluarga hanya bisa memohon kebaikan untuk para almarhum. 

"Cuma bisa berdoa semoga Allah SWT menerima mereka dengan baik dan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Itulah satu-satunya harapan kita saat ini," pungkasnya. ***


Editor : Gin gin T Ginulur