Dinkes Jabar Minta RS Swasta Bandung Raya Siapkan Freezer Jenazah, Percepat Identifikasi Korban Longsor Cisarua

Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat menggerakkan rumah sakit swasta di wilayah Bandung Raya, untuk ikut mempercepat proses identifikasi korban longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Dinkes Jabar Minta RS Swasta Bandung Raya Siapkan Freezer Jenazah, Percepat Identifikasi Korban Longsor Cisarua
Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat menggerakkan rumah sakit swasta di wilayah Bandung Raya, untuk ikut mempercepat proses identifikasi korban longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB)./INILAHKORAN-Adam Husein

INILAHKORAN.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat menggerakkan rumah sakit swasta di wilayah Bandung Raya, untuk ikut mempercepat proses identifikasi korban longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Langkah ini ditempuh, menyusul keterbatasan fasilitas penyimpanan Jenazah di RSUD Cisarua, sementara proses pencarian korban masih terus berlangsung.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Raden Vini Adiani Dewi mengungkapkan, pihaknya telah melayangkan surat resmi kepada sejumlah rumah sakit swasta, agar menyiapkan freezer jenazah yang dapat digunakan dalam proses Disaster Victim Identification (DVI).

“Identifikasi itu agak lama ya, harus tes DNA misalnya. Jadi kita sedang mempersiapkan seluruh rumah sakit di Bandung Raya untuk dipinjamkan freezer jenazahnya gitu,” ujar Vini, Selasa 27 Januari 2026.

Menurutnya, keterlibatan rumah sakit swasta menjadi krusial, karena kapasitas penyimpanan jenazah di RSUD Cisarua sangat terbatas. Di sisi lain, jumlah korban yang masih tertimbun material longsor diperkirakan cukup banyak dan belum seluruhnya berhasil dievakuasi oleh tim SAR.

“Kita kan belum tahu berapa yang dibutuhkan karena masih dalam proses penggalian. Jadi nanti disesuaikan, tapi kita sudah antisipasi,” ucapnya.

Vini menjelaskan, selama ini jenazah yang telah teridentifikasi umumnya langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara freezer jenazah disiapkan khusus untuk korban yang masih menjalani proses identifikasi agar kondisi jenazah tetap terjaga dan tidak membusuk.

“Yang selama ini sih yang teridentifikasi sudah langsung dibawa oleh keluarga. Ini khusus untuk yang belum teridentifikasi yang mungkin kan makin hari makin hari akan makin (sulit). Jadi sulit ya untuk identifikasi,” katanya.

Ia menilai, rumah sakit swasta di Bandung Raya relatif siap membantu karena freezer jenazah jarang digunakan dalam kondisi normal. Dalam situasi kebencanaan, menurutnya, seluruh fasilitas kesehatan, baik milik pemerintah maupun swasta harus bergerak bersama.

“Jadi diharapkan memang keaktifan di rumah sakit, termasuk tadi ya, tidak saja rumah sakit pemerintah tapi rumah sakit swasta kami akan meminjam begitu kalau memang dibutuhkan. Sementara ini sih sudah disiapkan di RS Dustira dengan RS Cibabat,” ucapnya.

Selain dukungan fasilitas rumah sakit, Dinkes Jabar juga telah menyiagakan tiga posko kesehatan di lokasi terdampak longsor, tepatnya di Dusun Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, KBB.

“Sejak hari pertama kita sudah turunkan tim kesehatan, kalau obat-obatan cukup,” tandasnya.***


Editor : JakaPermana