Rakyat Miskin Makin Banyak di Tengah Pertumbuhan Ekonomi yang Naik, Prabowo: Anomali
Presiden Prabowo sebut anomali saat rakyat miskin makin banyak di tengah pertumbuhan ekonomi yang naik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Menteri Keuangan RI terus menuturkan bahwa saat ini pertumbuhan ekonomi di Indonesia terus naik begitu juga dengan pernyatan Presiden Prabowo Subianto.
Namun nyatanya, meski pertumbuhan ekonomi terus naik, rakyat miski di Indonesia semakin banyak dan terus bertambah.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti fenomena tersebut yang dia namai sebagai anomali dalam perekonomian nasional.
Istilah ini dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi 5 persen per tahun dalam beberapa tahun terakhir, namun tidak dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Presiden Prabowo mengatakan secara teori, pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen setiap tahun selama tujuh tahun seharusnya menghasilkan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang signifikan.
"Selama tujuh tahun belakangan ini dikatakan bahwa ekonomi kita tumbuh 5 persen tiap tahun. Tujuh tahun kali lima, berarti 35 persen pertumbuhannya. Logikanya selama tujuh tahun Indonesia tambah kaya 35 persen," jelas Prabowo.
Akan tetapi, Presiden menerima data kondisi yang berbeda. Prabowo mengatakan pertumbuhan ekonomi yang terjadi belum mampu dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Kenyataan bahwa setelah tujuh tahun tumbuh 5 persen, masa penduduk miskin tambah. Negara tambah kaya, rakyat miskin tambah. Ini kan sesuatu yang aneh, yang anomali. Yang kelas menengah yang sudah tadinya lepas dari kemiskinan, turun," terang Prabowo.
Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa hasil pertumbuhan ekonomi lebih banyak dinikmati oleh kelompok tertentu.
Kepala Negara menambahkan fenomena tersebut menunjukkan adanya persoalan dalam sistem ekonomi yang perlu segera dibenahi.***
Editor : Irma Nurfajri

