Ramadan, Sekolah di Kota Bogor Diimbau Fokus Bentuk Akhlak dan Mental Pelajar

Selama Ramadan ini, Disdik Kota Bogor menginstruksikan kepada semua sekolah negeri juga swasta untuk lebih memfokuskan pembentukan akhlak, karakter, dan mental.

Ramadan, Sekolah di Kota Bogor Diimbau Fokus Bentuk Akhlak dan Mental Pelajar
"Selama bulan Ramadan ini memang yang pertama ada beberapa agenda kegiatan yang kami sudah sampaikan ke sekolah terkait dengan waktu pengisian pembelajaran di bulan suci Ramadan," kata Sekretaris Disdik Kota Bogor Yosep Berliana, Kamis 5 Maret 2026. (rizki mauludi)

INILAHKORAN.ID - Selama Ramadan ini, Disdik Kota Bogor menginstruksikan kepada semua sekolah negeri juga swasta untuk lebih memfokuskan pembentukan akhlak, karakter dan mental.

"Selama bulan Ramadan ini memang yang pertama ada beberapa agenda kegiatan yang kami sudah sampaikan ke sekolah terkait dengan waktu pengisian pembelajaran di bulan suci Ramadan," kata Sekretaris Disdik Kota Bogor Yosep Berliana, Kamis 5 Maret 2026.

Yosep memaparkan, hal yang pertama terkait dengan kegiatan. Itu Sepenuhnya diserahkan ke sekolah tetapi secara koordinasi dan arahan, Disdik Kota Bogor sudah membuat Surat Edaran (SE) ke sekolah-sekolah.

"Kami buatkan SE. Yang pertama ada kegiatan untuk mengisi bulan suci Ramadan itu diisi dengan bukan hanya terkait dengan KBM, pembelajaran biasanya. Tetapi juga diisi dengan kegiatan-kegiatan yang bernuansa bulan suci Ramadan dengan tujuan pembentukan akhlak, karakter dan mental," terang Yosep. 

Yosep menjelaskan, untuk wujudnya ada yang berupa Pesantren Kilat (Sanlat) atau berupa kegiatan-kegiatan lain termasuk menghimpun kegiatan seperti pengumpulan sembako untuk siswa-siswi kurang mampu atau warga di sekitar sekolah yang tidak mampu.

"Kalau jadwal terkait Sanlat kelas 7, kelas 8 dan kelas 9 di SMP atau SD kelas 4, 5 sampai kelas 6 itu seperti apa, diserahkan ke sekolah masing-masing. Jadi ada yang kalau saya lihat di contoh di SMP itu ada yang bergilir, minggu ini misalnya kelas 7, tiga hari Sanlat tetapi yang lain tetap belajar. Jadi dua-duanya bisa dijalankan oleh sekolah," tambah Yosep.


Editor : Doni Ramdhani