Ramai Isu Air AQUA dari Sumur Bor, Ini Klarifikasi Lengkap dari Danone
PT Tirta Investama (Danone-AQUA) akhirnya angkat bicara menanggapi ramainya isu di media sosial yang menyebutkan bahwa air minum dalam kemasan (AMDK) merek AQUA menggunakan air dari sumur bor biasa
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - PT Tirta Investama (Danone-AQUA) akhirnya angkat bicara menanggapi ramainya isu di media sosial yang menyebutkan bahwa air minum dalam kemasan (AMDK) merek AQUA menggunakan air dari sumur bor biasa, bukan dari sumber pegunungan. Melalui pernyataan resmi, pihak perusahaan menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
“Meluruskan informasi yang saat ini beredar, kami tegaskan bahwa AQUA menggunakan air dari sumber air pegunungan yang terlindungi, bukan dari sumur bor biasa,” tulis Danone-AQUA dalam keterangan resminya.
Perusahaan juga menyoroti adanya isu lain terkait pajak, SIPA, dampak lingkungan, dan kontribusi sosial yang disebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Sebagai pelopor air minum dalam kemasan di Indonesia, AQUA menyatakan tetap berkomitmen menjaga kualitas dan kemurnian air yang disajikan kepada masyarakat. “Kami percaya bahwa transparansi dan edukasi publik adalah kunci membangun kepercayaan,” tambahnya.
Fakta dan Komitmen AQUA
1. Sumber Air Pegunungan yang Terlindungi
AQUA menyebut air produknya berasal dari 19 sumber air pegunungan di seluruh Indonesia. Setiap sumber air dipilih melalui proses seleksi ketat yang melibatkan 9 kriteria ilmiah dan 5 tahapan evaluasi selama minimal satu tahun.
Air diambil dari akuifer dalam dengan kedalaman 60–140 meter, bukan dari air tanah dangkal atau permukaan. Penelitian hidrogeologi yang dilakukan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Padjadjaran (Unpad) juga memastikan sumber air AQUA tidak bersinggungan dengan air yang digunakan masyarakat sekitar.
2. Proses Produksi yang Higienis dan Terstandarisasi
Untuk menjaga kemurnian air, AQUA menggunakan sistem pengemasan otomatis tanpa sentuhan tangan manusia. Air dialirkan melalui pipa stainless food-grade, diproses dengan teknologi modern, dan diuji lebih dari 400 parameter fisika, kimia, serta mikrobiologi sebelum dikemas.
Proses ini mengikuti standar keamanan pangan BPOM dan SNI.
3. Kepatuhan terhadap Regulasi dan Pajak Air Tanah
Danone-AQUA menegaskan telah memiliki serta memperbarui SIPA (Surat Izin Pengusahaan Air Tanah) untuk seluruh sumber airnya, membayar pajak air dan retribusi sesuai regulasi, serta melaporkan volume air secara transparan dan diaudit oleh instansi pemerintah.
“Manipulasi data sangat dilarang dan diawasi oleh pemerintah daerah maupun pusat melalui Badan Geologi dan Kementerian ESDM,” jelas perusahaan.
4. Komitmen terhadap Keberlanjutan dan Masyarakat
AQUA mengklaim mengembalikan lebih banyak air ke alam dibandingkan yang diambil melalui berbagai program konservasi berbasis Daerah Aliran Sungai (DAS).
Program ini meliputi penanaman lebih dari 2,5 juta pohon, pembangunan 2.300 sumur resapan, 12.000 rorak, serta pengelolaan 17 taman keanekaragaman hayati.
Selain itu, program WASH (Water Access, Sanitation, and Hygiene) disebut telah memberikan manfaat bagi lebih dari 500.000 orang di Indonesia.
“Melalui pendekatan dari hulu ke hilir, kami berkomitmen menjaga keberlanjutan lingkungan, memperkuat hubungan dengan masyarakat, dan memastikan pengelolaan air dilakukan secara adil serta transparan,” tegas Danone-AQUA.
Editor : Firda Rachmawati

