Ratusan Pedagang Sambangi Balai Kota Bogor, Wakil Wali Kota Setujui Pedagang Pasar Bogor Berjualan hingga Idul Fitri 2026

Ratusan pedagang yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Pasar Bogor (P3B) melakukan long march dari Pasar Bogor menuju Kantor Balai Kota Bogor, Jalan Ir. H. Djuanda, Kecamatan Bogor Tengah pada Selasa 2 September 2025. 

Ratusan Pedagang Sambangi Balai Kota Bogor, Wakil Wali Kota Setujui Pedagang Pasar Bogor Berjualan hingga Idul Fitri 2026

INILAHKORAN, bogor - Ratusan pedagang yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Pasar Bogor (P3B) melakukan long march dari Pasar Bogor menuju Kantor balai kota Bogor, Jalan Ir. H. Djuanda, Kecamatan Bogor Tengah pada Selasa 2 September 2025. 

Didepan Balai Kota Bogor para pedagang menyampaikan aspirasi terkait rencana pembongkaran Pasar Bogor, mereka meminta diperbolehkan berdagang hingga Idul Fitri 2026.

Ketua P3B, Heryono mengatakan, bahwa tujuan aksi ini murni menyampaikan aspirasi tanpa adanya niat membuat kegaduhan.

"Alhamdulillah aksi demo tidak berlangsung rusuh. Kita hanya ingin bertahan berjualan hingga Lebaran Idul Fitri. Dan alhamdulillah, permintaan itu sudah dikabulkan oleh Pak Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin," tutur Heryono kepada wartawan.

Heryono melanjutkan, setelah Idul Fitri 2026 para pedagang berkomitmen untuk mengikuti aturan yang sudah direncanakan pemerintah.

"Insya Allah, setelah Idul Fitri 2026 tidak ada lagi yang berjualan. Kami komitmen sejak awal untuk bertahan sampai Idul Fitri saja. Setelah itu, kami akan ikuti kebijakan pemerintah," terang Heryono.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, yang menerima langsung perwakilan pedagang, mengatakan bahwa pemerintah memahami keresahan para pedagang. 

"Tadinya saya agendakan perwakilan 15 hingga 20 orang saja, tapi ternyata yang datang sekitar 400 orang. Namun alhamdulillah semuanya bisa berjalan tertib. Pembongkaran Pasar Bogor memang belum bisa dilakukan dalam waktu dekat karena masih menunggu penyelesaian Detail Engineering Design (DED) serta proses penilaian aset. Hal ini memberikan ruang waktu bagi pedagang untuk tetap berjualan sementara," ungkap Jenal.

Jenal menegaskan agar momentum ini tidak disalahgunakan.

"Saya tekankan jangan sampai ada PKL baru yang masuk, jangan seolah-olah karena diberi kelonggaran jadi bebas seenaknya. Kebersihan juga harus dijaga. Saya sering turun bebersih pasar, tapi PKL jarang ada yang ikut. Padahal menjaga kebersihan kota adalah kewajiban kita bersama," tegasnya.

Jenal menjelaskan, bangunan Pasar Bogor bukan milik Pemkot Bogor, melainkan milik pihak ketiga yang masa izinnya telah habis. Karena itu, pemerintah berencana melakukan pembongkaran mengingat usia bangunan yang sudah lebih dari 30 tahun.

"Bangunan itu sudah tidak layak. Lebih baik dibongkar agar bisa dibangun pasar yang lebih bersih dan modern. Terkait pembiayaan, Pemkot Bogor masih mengkaji berbagai opsi, baik melalui APBD Kota, APBD Provinsi, APBN, maupun dengan melibatkan pihak ketiga melalui skema kerja sama. Kami ingin prosesnya transparan, tidak ada pihak-pihak yang bermain. Tujuan utamanya adalah menghadirkan pasar yang lebih baik untuk pedagang dan masyarakat," jelas Jenal.

Jenal mengapresiasi sikap P3B yang berkomitmen menjaga kondusifitas kota. Bahwa aksi anarkis, seperti penjarahan dan pengrusakan bukanlah bentuk demokrasi, melainkan tindakan kriminal.

"Alhamdulillah hari ini pedagang sepakat menjaga keamanan dan kenyamanan Bogor. Setelah Lebaran, semua harus clear agar pembangunan bisa berjalan dan kota ini semakin baik," pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti