INILAH, Madrid- Barcelona telah membuat Stadion Santiago Bernabeu benar-benar angker buat sang pemiliknya, Real Madrid. Mimpi buruk itu akan datang lagi!
Sekali lagi, duel El Clasico bakal berlangsung di markas Madrid, Santiago Bernabeu, Minggu (3/3) dini hari WIB. Dengan segala ketakutan, sang tuan rumah harus kembali meladeni musuh bebuyutannya itu.
Pantaskah Madrid takut? Kalau merujuk rekor pertemuan kedua tim, maka jawabannya 'ya'. Masih menempel di ingatan para suporter Los Merengues, bagaimana tim kesayangan mereka takluk tiga gol tanpa balas, tiga hari lalu.
Ya, Madrid dipaksa pulang dari ajang Copa del Rey setelah dua gol Luis Suarez plus satu lesakan bunuh diri Raphael Varane sama sekali tak terbalas. Madrid tersingkir dengan agregat 1-4.
Kini di tempat yang sama dalam ajang berbeda, tentu Madrid tak mau malu lagi. Tapi persoalannya, mampukah?
"Kami saat ini memfokuskan energi pada pertandingan kami selanjutnya dengan Barcelona," kata pelatih Madrid, Santiago Solari dilansir situs resmi klub.
Solari seolah ingin menegaskan kekalahan tiga hari lalu tak perlu dibicarakan lagi. Dia ingin anak-asuhnya move on. Dengan segala keraguan, Solari menatap hasil lebih baik kali ini.
Untuk menghidari deja vu, Solari ingin Karim Benzema dan kawan-kawan tampil lebih menggigit. Sudah jadi rahasia umum, bahwa titik terlemah di skuat Madrid ada pada sektor depan. Trio Karim Benzema, Lucaz Vazquez, serta Vinicius Jr gagal tampil garang.
Ketiganya kerap membuang-buang peluang. Sebuah 'hobi' yang bakal jadi bumerang berbahaya ketika menghadapi tim seperti Barcelona. Dan itu sudah terbukti!
"Kami harus melanjutkan sebagaimana yang telah kami lakukan dan menciptakan lebih banyak peluang untuk menang," tegas Solari.
Sementara itu, Barcelona akan datang ke Bernabeu dengan komposisi tim yang tak jauh berbeda. Duet Luis Suarez dan LIonel Messi di depan tetap jadi pilihan terbaik.
Suarez tampaknya sudah paham betul, bagaimana cara melumpuhkan Madrid. Dia meminta timnya hanya perlu mengulangi taktik seperti ketika menang 3-0 di ajang Copa del Rey, tiga hari lalu.
"Kami tahu bahwa jika kami berhasil mencetak gol lebih dulu, hal itu akan membuat mereka terkejut dan akan menbuat mereka bermain lebih menyerang. Dari situlah kami bisa mendapatkan lebih banyak ruang untuk kembali membuat gol," buka Suarez.
Gol cepat, jadi misi Barcelona di awal-awal laga. Mereka memang punya kapasitas mumpuni untuk melakukan itu. Suarez dan Messi, ditambah pergerakan meledak-ledak Ousmane Dembele bisa bikin lini belakang Madrid kocar-kacir.
Tapi gelandang Rafinha mewanti-wanti timnya untuk menyikapi laga ini dengan tepat. Kata dia, jangan sampai pongah.
"Mereka tim yang hebat. Saya melihat tim yang lengkap dan (Barcelona) bereaksi terhadap semua momen yang menentukan," lugasnya. (bsf)