Refit Bidik Peluang Bonus Demografi Tanah Air
Refit Indonesia terus melebarkan sayap bisnisnya. Pelopor fitness club di Tanah Air itu membidik bonus demokrasi pada 2020-2030 mendatang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Refit Indonesia terus melebarkan sayap bisnisnya. Pelopor fitness club di Tanah Air itu membidik bonus demokrasi pada 2020-2030 mendatang.
CEO Refit Indonesia Irawan Amanko mengatakan, dalam menjalankan bisnis pihaknya mengedepankan gaya hidup sehat. Selain itu, pemahaman dasar mengenai branding yang harus dimengerti para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Brand adalah kepribadian dan inti diri. Ini juga terkait dengan apa yang dipikirkan dan bagaimana mengekspresikan diri Anda," kata Irawan saat Info Franchise & Business Concept (IFBC) 2019 di Bandung, akhir pekan lalu.
Menurutnya, saat pesan si pelaku bisnis tersampaikan maka dalam sekian detik hal itu akan membentuk opini publik. Pesan sebuah brand memiliki kekuatan untuk menarik loyalitas pelanggan. Banyak brand besar di dunia yang pesannya relatif mampu menciptakan loyalitas pelanggan.
Saat itu, Irawan pun berbagi pengalaman tentang bisnis Refit Indonesia dan beragam kegiatan dalam membangun branding Refit Club. Inti dari bisnis Refit Indonesia yakni menghadirkan fitness club yang dari sisi harga keanggotaan lebih kompetitif untuk segmentasi kelas menengah dengan tetap memperhatikan layanan yang profesional dan fasilitas yang lengkap.
"Sedangkan, dari sisi pesan yang ingin di sampaikan Refit Club sebagai sebuah brand yaitu fun, friendly, attractive, professional, openness, healthy, and young," ucapnya.
Dari sisi strategi bisnis, secara kemitraan Refit Club dikembangkan di lima cabang yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Semarang Jawa Tengah, dan Sidoarjo Jawa Timur. Konsep kemitraan ini juga dipilih guna memberikan kesempatan para investor yang berminat mengeluti bisnis di industri fitness namun masih memiliki keterbatasan dari sisi pengalaman pengelolaannya.
Melalui kemitraan, kata dia, diharapkan ada transformasi pengalaman dan juga menjadi pilihan bisnis para pengusaha Indonesia.
"Kami sangat optimistis bisa menggaet pewaralaba sebanyak-banyaknya karena industri kebugaran sangat prospektif yang ditunjang bonus demografi penduduk dan semakin meleknya gaya hidup sehat di masa mendatang," ujarnya.
Irawan menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memproyeksikan bonus demografi terjadi pada 2020-2030 mendatang.
Pada kurun waktu itu, jumlah angkatan kerja yang berusia 15-64 tahun sebanyak 70% dari jumlah total penduduk Indonesia. Sisanya, yakni 30% adalah penduduk erusia tidak produktif yaitu usia 14 tahun ke bawah dan di atas 65 tahun.
Berbicara gaya hidup sehat, Irawan menyebutkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah giat menggalakkan gaya hidup sehat. Refit Indonesia pun bertekad memperluas ekspansi bisnisnya di kota-kota lapis kedua guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang menginginkan pusat kebugaran yang berkualitas internasional dengan harga keanggotaan yang kompetitif.
"Manajemen Refit Indonesia menyediakan fasilitas bernilai tambah dan instruktur berpengalaman yang bersertifikasi internasional," tambahnya.
Editor : Doni Ramdhani

