INILAH, Garut-Hingga akhir 2021, revitalisasi Situ Bagendit Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut ternyata hanya berhasil diselesaikan 95 persen.
Pemkab Garut pun memperpanjang waktu penyelesaian proyek senilai Rp81 miliar itu maksimal 50 hari.
"Sudah 95 persen (revitalisasi Situ Bagendit). Jadi ada perpanjangan untuk menyelesaikan yang 5 persen," kata Wabup Garut Helmi Budiman saat meninjau revitalisasi Situ Bagendit, Minggu (2/1/2021).
Dia berharap revitaliasi Situ Bagendit secepatnya dapat dirampungkan sehingga keindahan obyek wisata tersebut bisa segera dinikmati masyarakat.
"Lima puluh hari maksimal. Tapi tadi sudah saya sampaikan, sudah bicara, mudah-mudahan dalam seminggu ini selesai," ujarnya.
Lingkup pekerjaan kegiatan bernilai kontrak sebesar Rp81.172.754.000 itu antara lain pembangunan pintu masuk dan area parkir, area plaza, dermaga wisata, amfiteater, pujasera, masjid, serta bangunan penunjang lainnya.
Total lahan dibutuhkan pada penataan tahap pertama seluas 3,5 hektare, pedestrian dengan panjang 6,7 kilometer, dan pembangunan Pulau Nusa Kelapa seluas 2,3 hektare.
Jangka waktu ditetapkan dalam kontrak yaitu selama 435 hari atau sekitar 14 bulan.
Revitalisasi Situ Bagendit merupakan satu dari belasan proyek besar di Garut yang gagal diselesaikan sesuai kontrak kalender kegiatannya.
Bagian Administrasi Pembangunan Setda Garut mencatat ada sebanyak 13 paket kegiatan bersumber dana alokasi umum (DAU) di Garut dengan total nilai sebesar Rp83,637 miliar tidak selesai tepat waktu hingga per 28 Desember 2021. Kemajuan pekerjaan tersebut berkisar 45 persen hingga 95 persen.
Proyek lain yang juga tak selesai sesuai kontrak, yaitu pembangunan sarana olahraga gedung akuatik senilai Rp34,380 miliar yang baru mencapai 95,45 persen.(zainulmukhtar)***