Pemkab Cianjur Menargetkan Jalan Rusak Tuntas Diperbaiki Hingga 2024
Pemkab Cianjur menargetkan seluruh jalan rusak di kabupaten Cianjur sudah selesai diperbaiki hingga 2024 dan bisa meningkatkan ekonomi warga
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cianjur - Pemkab Cianjur menargetkan pembangunan jalan rusak di Cianjur, tuntas hingga tahun 2024.
Pembangunan jalan yang rusak di Kabupaten Cianjur merupakan upaya Pemkab untuk meningkatkan ekonomi merata dari utara hingga selatan Cianjur.
Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan untuk mewujudkan program tersebut, membutuhkan waktu secara bertahap, sebagai bentuk memenuhi janji kampanyenya 1.000 kilometer jalan beton, karena keterbatasan anggaran. Sehingga pihkanya meminta warga Cianjur, bersabar menunggu giliran.
Baca Juga: Pemkab Cianjur Menargetkan 168 Ribu Lansia Divaksinasi Booster
"Kita akan memprioritaskan jalan menuju tempat wisata baru di sejumlah kecamatan yang ada di Cianjur, sebagai upaya pemulihan perekonomian terutama untuk meningkatkan angka kunjungan wisata, sehingga perekonomian lokal kembali terangkat," katanya sebagaimana dikutip dari Antara, Rabu 19 Januari 2022.
Banyaknya keluhan warga di sejumlah kecamatan terkait jalan rusak, pihaknya meminta untuk bersabar karena proses pembangunan dilakukan secara bertahap setiap tahunnya dengan skala prioritas. Pasalnya anggaran yang dimiliki sangat terbatas karena banyak terpakai untuk penanganan pandemi.
"Masuknya Cianjur ke level 1, kita harapkan dapat melonggarkan berbagai kegiatan termasuk pembangunan cepat infrastruktur, ditambah anggaran yang sudah disiapkan tidak lagi dipotong untuk penanganan COVID-19. Tetap jaga kesehatan diri, keluarga dan lingkungan sekitar," katanya.
Baca Juga: 17 Tahun Berpisah, Keluarga Pekerja Migran Asal Cianjur Berharap Ibunya DItemukan
Sementara anggota DPRD Cianjur, Fraksi Gerindra, Abdul Karim yang juga tokoh masyarakat Cianjur selatan, mengatakan sebagian besar jalan antar desa dan kecamatan di wilayah selatan, dalam kondisi rusak sedang dan berat. Bahkan di beberapa kecamatan, jalan antar desa, belum mendapat pengerasan.
"Kami meminta jangan hanya jalan menuju tempat wisata, tapi jalan desa yang belum dapat pengerasan juga harus menjadi prioritas. Kami akan memperjuangkan agar seluruh pembangunan jalan menjadi prioritas, " katanya. (***)
Editor : inilahkoran

