Rektor UPI: Program Merdeka Belajar Sebuah Kebijakan Revolusioner
Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Asep Kadarohman menilai, program Merdeka Belajar merupakan sebuah kebijakan revolusioner. Gagagan itu diakuinya berpotensi memperbaiki sejumlah permasalahan dalam bidang pendidikan pad jenjang pendidikan dasar, menengah, maupun tinggi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Asep Kadarohman menilai, program Merdeka Belajar merupakan sebuah kebijakan revolusioner. Gagagan itu diakuinya berpotensi memperbaiki sejumlah permasalahan dalam bidang pendidikan pad jenjang pendidikan dasar, menengah, maupun tinggi.
"Gagasan Merdeka Belajar berawal dari situasi pendidikan yang bertahun mengungkung para peserta didik dalam rutinitas baku yang kaku, sehingga kurang memberi ruang bagi para peserta didik untuk berkembang sesuai dengan potensinya masing-masing," kata Asep usai wisuda UPI gelombang 1 2020, Rabu (26/2/2020).
Asep menyatakan, aktivitas pendidikan selama ini pun terasa lebih bersifat administratif sehingga amat menyita waktu, pikiran, dan tenaga para pengelola pendidikan. Atas dasar hal tersebut, sistem pendidikan yang selama ini belum optimal dalam memberdayakan semua potensi pendidikan yang dimiliki harus di reformasi.
Program Merdeka Belajar berfokus pada peningkatan penguasaan tiga indikator utama pendidikan, yaitu numerasi atau kemampuan penguasaan tentang bilangan literasi atau kemampuan menganalisis dan memahami bacaan dan pengembangan karakter atau budi pekerti yang memiliki nilai-nilai luhur keindonesiaan.
"Hal tersebut merupakan esensi dan tujuan utama pendidikan yang sesungguhnya. Dengan kata lain, melalui program Merdeka Belajar, pendidikan kita diharapkan lebih diorientasikan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia melalui beragam kegiatan yang kaya akan kreativitas, sehingga peserta didik berpikir lebih divergen dengan alternatif yang banyak dan bervariasi. Peserta didik difasilitasi untuk mengembangkan potensinya melalui caranya masing-masing," tutur Asep.
Program tersebut diakuinya merupakan program belajar yang memberi ruang yang cukup bagi para peserta didik untuk mengembangkan diri sesuai dengan minat dan kapasitasnya masing-masing. Program Merdeka Belajar memberikan peluang kepada para peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar bukan hanya di dalam ruang kelas tetapi juga dalam kehidupan nyata di masyarakat dan dalam dunia kerja.
"Program Merdeka Belajar juga memberikan peluang bagi peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar dari perguruan tinggi, lembaga atau institusi lain," ujarnya.
Melalui program Merdeka Belajar diharapkan akan dihasilkan lulusan perguruan tinggi yang kreatif dan inovatif yang siap menghadapi tantangan kekinian. Selain itu, melalui program Merdeka Belajar juga diharapkan adanya pemahaman lintas budaya dan antarsuku bangsa di Indonesia, sehingga dapat menjadi perekat yang saling memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
Sementara itu, pada wisuda gelombang I 2020 ini UPI meluluskan 865 wisudawan. Rinciannnya, lulusan D3 5 orang, S1 664 orang, S2 154 orang, dan S3 42 orang. (Okky Adiana)
Editor : Doni Ramdhani

